RADARBONANG.ID – Bangun tidur lalu tiba-tiba kulit terasa gatal, muncul bentol merah di lengan atau punggung, dan rasanya makin menjadi saat digaruk.
Banyak orang menganggapnya sekadar alergi biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa jadi adalah biduran.
Dalam istilah medis, biduran disebut urtikaria, yaitu reaksi kulit yang ditandai munculnya bentol merah atau bengkak disertai rasa gatal.
Kondisi ini terjadi akibat pelepasan zat histamin di kulit yang memicu peradangan. Menurut Mayo Clinic, urtikaria dapat muncul secara tiba-tiba dan berlangsung beberapa jam hingga berhari-hari, tergantung pemicunya.
Baca Juga: Kulit Bersisik Bukan Karena Jorok: Mengenal Psoriasis, Penyakit Kulit yang Sering Disalahpahami
Gejala Biduran yang Perlu Dikenali
Biduran memiliki ciri khas yang relatif mudah dikenali, antara lain:
-
Bentol atau bercak merah yang bisa menyatu dan melebar.
-
Rasa gatal intens, kadang terasa panas atau seperti terbakar.
-
Bentol dapat muncul di berbagai bagian tubuh dan berpindah-pindah.
-
Bentuknya umumnya bulat atau memanjang serta sedikit menonjol.
-
Pada beberapa kasus, disertai pembengkakan ringan di wajah, bibir, kelopak mata, atau tangan.
Gejala biasanya muncul mendadak dan bisa hilang dalam hitungan jam. Namun pada sebagian orang, biduran dapat bertahan lebih lama atau kambuh berulang.
Penyebab Biduran
Biduran terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu tertentu. Menurut American Academy of Dermatology, beberapa pemicu umum meliputi:
-
Alergi makanan atau minuman seperti seafood, kacang, telur, atau susu.
-
Obat-obatan tertentu, termasuk antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
-
Infeksi virus atau bakteri, yang dapat memicu reaksi peradangan pada kulit.
-
Stres atau tekanan emosional, yang memengaruhi respons imun tubuh.
-
Suhu ekstrem atau faktor fisik, seperti udara dingin, panas berlebih, atau tekanan pada kulit.
-
Penyebab idiopatik, yakni tidak diketahui secara pasti.
Menurut World Health Organization, urtikaria akut umumnya berlangsung kurang dari enam minggu dan sering kali membaik dengan sendirinya.
Namun jika berlangsung lebih dari enam minggu, kondisi tersebut dikategorikan sebagai urtikaria kronis dan perlu evaluasi medis lebih lanjut.
Cara Mengatasi Biduran
Untuk kasus ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan gejala:
-
Menghindari pemicu yang sudah diketahui.
-
Mengonsumsi antihistamin sesuai anjuran dokter untuk meredakan gatal dan pembengkakan.
-
Mengompres area yang terkena dengan air dingin.
-
Mengenakan pakaian longgar berbahan lembut agar tidak memperparah iritasi.
-
Menghindari menggaruk berlebihan karena dapat menyebabkan luka dan infeksi.
Namun, jika biduran disertai gejala serius seperti sesak napas, pembengkakan pada lidah atau tenggorokan, pusing, hingga penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang berpotensi mengancam jiwa.
Biduran dan Gaya Hidup
Meski sering terlihat ringan, biduran bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang bereaksi terhadap sesuatu.
Menjaga pola makan, mengelola stres, cukup istirahat, serta mengenali pemicu pribadi dapat membantu mencegah kekambuhan.
Dengan pemahaman yang tepat, biduran dapat dikendalikan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika gejala sering kambuh atau berlangsung lama, konsultasi dengan dokter menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.