RADARTBONANG.ID – Perut terasa begah setelah berbuka puasa sering kali menjadi keluhan banyak orang saat Ramadan.
Kondisi ini tidak hanya membuat tubuh terasa penuh dan tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu kekhusyukan saat menjalankan ibadah salat tarawih di malam hari.
Padahal, tarawih membutuhkan kondisi tubuh yang cukup prima karena dilakukan dalam posisi berdiri cukup lama, disertai gerakan rukuk dan sujud berulang.
Rasa begah biasanya muncul akibat pola makan yang kurang tepat ketika berbuka.
Setelah menahan lapar dan haus seharian, sebagian orang cenderung “balas dendam” dengan makan dalam porsi besar sekaligus.
Akibatnya, lambung yang sebelumnya kosong mendadak dipenuhi makanan dalam jumlah banyak, sehingga menimbulkan sensasi penuh, kembung, bahkan nyeri ringan pada perut.
Agar ibadah tetap nyaman dan tubuh terasa ringan, berikut empat tips yang bisa diterapkan untuk mencegah perut begah saat tarawih.
1. Jangan Langsung Makan Berat dalam Porsi Besar
Kesalahan paling umum saat berbuka adalah langsung menyantap makanan berat dalam jumlah banyak.
Padahal, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk “bangun” setelah seharian tidak menerima asupan.
Sebaiknya awali berbuka dengan makanan ringan seperti air putih dan kurma secukupnya untuk mengembalikan energi secara perlahan.
Setelah itu, beri jeda beberapa menit sebelum mengonsumsi makanan utama. Cara ini membantu lambung beradaptasi sehingga tidak kaget menerima asupan dalam jumlah besar sekaligus.
Mengatur porsi juga sangat penting. Ambil makanan secukupnya, tidak perlu menumpuk nasi atau lauk secara berlebihan.
Makan secara perlahan dan kunyah dengan baik agar proses pencernaan berjalan lebih optimal.
2. Pilih Menu Seimbang dan Mudah Dicerna
Menu berbuka yang terlalu tinggi lemak, santan, atau gorengan berlebihan dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu perut terasa penuh lebih lama.
Sebaliknya, pilihlah menu yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan sayuran.
Protein seperti ayam tanpa kulit, ikan, tahu, atau tempe membantu rasa kenyang lebih stabil tanpa membuat perut terasa berat.
Sayuran matang juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik dibandingkan sayuran mentah yang bisa menghasilkan gas lebih banyak.
Hindari minuman bersoda saat berbuka karena gas dalam minuman tersebut dapat menambah tekanan di lambung dan memperparah rasa begah.
3. Batasi Makanan dan Minuman Manis Berlebihan
Takjil manis memang menjadi ciri khas buka puasa. Kolak, es buah, sirup, dan aneka kue manis sering kali menggoda untuk disantap dalam jumlah banyak.
Namun, konsumsi gula berlebihan dapat membuat lambung terasa tidak nyaman dan memicu lonjakan gula darah yang cepat.
Selain itu, makanan manis berlebihan dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga perut terasa penuh lebih lama.
Jika ingin menikmati takjil, ambil dalam porsi kecil dan jangan dikonsumsi sekaligus dengan makanan berat.
Anda juga bisa menyiasatinya dengan mengonsumsi makanan utama lebih dulu, lalu menikmati takjil setelah tarawih dalam jumlah wajar.
4. Hindari Langsung Rebahan Setelah Makan
Setelah makan kenyang, rasa kantuk sering datang dan membuat seseorang ingin langsung berbaring.
Namun kebiasaan ini justru dapat memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan risiko asam lambung naik.
Cobalah melakukan aktivitas ringan setelah berbuka, seperti berjalan santai di sekitar rumah, membantu membereskan meja makan, atau bersiap ke masjid untuk tarawih.
Gerakan ringan membantu makanan turun ke sistem pencernaan dengan lebih baik sehingga mengurangi rasa begah.
Jika memungkinkan, beri jeda sekitar 30–60 menit antara waktu makan besar dan pelaksanaan tarawih agar tubuh memiliki waktu mencerna makanan.
Pentingnya Mengatur Pola Makan Selama Ramadan
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk melatih pengendalian diri, termasuk dalam hal pola makan.
Baca Juga: Menteri Agama Tegaskan Perbedaan Penentuan Awal Ramadan Bukan untuk Diperdebatkan, Ini Penjelasannya
Mengonsumsi makanan berlebihan saat berbuka bukan hanya memicu perut begah, tetapi juga berisiko menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, mual, hingga nyeri lambung.
Dengan mengatur porsi, memilih makanan yang tepat, serta memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum beribadah, Anda dapat menjalani tarawih dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Perut yang terasa ringan akan membuat gerakan salat lebih leluasa dan fokus ibadah tetap terjaga.
Jadi, jangan sampai rasa begah mengganggu momen ibadah yang seharusnya menjadi waktu mendekatkan diri kepada Tuhan.
Editor : Muhammad Azlan Syah