Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mitos dan Fakta Kesehatan Menurut dr. Tirta: Dari Gorengan Pemicu Jerawat hingga Rahasia Manfaat Uap Nasi

Rista Dwi Indarwati • Senin, 9 Februari 2026 | 12:01 WIB

Gorengan bikin jerawatan dan uap nasi bikin glowing? dr. Tirta jelaskan mana mitos dan mana fakta kesehatan sebenarnya.
Gorengan bikin jerawatan dan uap nasi bikin glowing? dr. Tirta jelaskan mana mitos dan mana fakta kesehatan sebenarnya.

RADARBONANG.ID – Di tengah maraknya informasi kesehatan yang beredar di media sosial, tidak sedikit masyarakat yang masih sulit membedakan antara mitos dan fakta medis.

Mulai dari anggapan bahwa gorengan pasti menyebabkan jerawat hingga keyakinan bahwa uap nasi panas bisa membuat wajah langsung glowing, semuanya kerap dipercaya tanpa dasar ilmiah yang jelas.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, pun angkat bicara untuk meluruskan berbagai pemahaman keliru yang sering beredar di masyarakat.

Baca Juga: Jaz Hayat Resmi Lamar Wavi Zihan dengan Cincin Cantik, Setelah Dua Tahun Pacaran Menuju Pernikahan

Menurut dr. Tirta, banyak mitos kesehatan muncul karena pengalaman personal yang kemudian digeneralisasi.

Padahal, kondisi tubuh setiap orang berbeda, termasuk dalam hal kesehatan kulit.

Oleh karena itu, penting untuk memahami penjelasan medis agar tidak salah kaprah dalam merawat diri.

Konsumsi Gorengan dan Kondisi Kulit

Salah satu mitos yang paling sering dipercaya adalah gorengan sebagai penyebab utama jerawat.

Menanggapi hal ini, dr. Tirta menjelaskan bahwa jerawat akibat konsumsi gorengan tidak bisa disamaratakan untuk semua orang.

Gorengan memang dapat menjadi pemicu jerawat, tetapi efeknya sangat bergantung pada jenis dan sensitivitas kulit masing-masing individu.

Bagi pemilik kulit berminyak atau oily, asupan minyak berlebih dari gorengan dapat memperparah produksi sebum.

Kondisi ini bisa mengganggu keseimbangan pH kulit serta merusak skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Ketika lapisan pelindung melemah, bakteri penyebab jerawat lebih mudah berkembang, sehingga risiko timbulnya jerawat pun meningkat.

“Kalau kulitnya berminyak dan sensitif, konsumsi gorengan bisa jadi salah satu pemicunya. Tapi kalau kulitnya normal, belum tentu langsung berjerawat,” jelas dr. Tirta.

Ia pun menyarankan agar pemilik kulit berminyak mulai mengontrol asupan makanan berminyak, termasuk gorengan seperti bakwan atau tempe goreng, demi menjaga kesehatan kulit wajah.

Gonta-ganti Skincare, Bolehkah?

Selain soal makanan, dr. Tirta juga menyoroti kebiasaan gonta-ganti produk perawatan kulit atau skincare.

Menurutnya, berganti produk sebenarnya diperbolehkan selama tidak menimbulkan reaksi alergi atau iritasi.

Namun, masyarakat diimbau untuk tidak asal memilih produk hanya karena tren atau sensasi sesaat.

Ia secara khusus mengingatkan soal penggunaan sabun wajah dengan busa berlebihan.

Produk semacam ini umumnya mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulfate) dalam kadar tinggi.

Kandungan tersebut memang mampu menghasilkan busa melimpah, tetapi berisiko membuat kulit menjadi sangat kering, perih, bahkan iritasi, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

“Busa banyak itu belum tentu bersih. Kalau SLS-nya tinggi, kulit bisa kering dan rusak,” tegasnya.

Oleh karena itu, pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit, bukan berdasarkan sensasi atau iklan semata.

Manfaat Uap Nasi dari Perspektif Medis

Mitos lain yang kerap dipercaya adalah manfaat uap nasi panas untuk wajah. Menariknya, dr. Tirta menyebut bahwa anggapan ini tidak sepenuhnya salah.

Secara medis, uap hangat memang dapat membantu memperlebar pembuluh darah kapiler di wajah dan mengurangi inflamasi ringan.

Efek ini mirip dengan metode hot towel atau kompres handuk hangat yang biasa digunakan di salon atau barbershop.

Namun, dr. Tirta mengingatkan agar metode ini dilakukan dengan hati-hati.

Suhu uap tidak boleh terlalu panas karena dapat menyebabkan kulit melepuh atau iritasi.

“Manfaatnya ada, tapi jangan berlebihan. Kalau terlalu panas justru bisa merusak kulit,” ujarnya.

Kesehatan Kulit Lebih Penting dari Standar Kecantikan

Dalam kesempatan tersebut, dr. Tirta juga menekankan bahwa warna kulit merupakan faktor genetik.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terobsesi dengan kulit putih instan menggunakan produk pencerah yang tidak jelas keamanannya.

Baca Juga: Google Bawa Fitur Mirip AirDrop ke Semua HP Android — Akhirnya Kirim File ke iPhone Tanpa Ribet!

“Putih atau gelap itu bawaan. Yang penting kulit bersih, sehat, dan tidak kusam,” katanya.

Menurutnya, fokus utama perawatan kulit seharusnya adalah menjaga kesehatan, bukan mengejar standar kecantikan yang tidak realistis.

Pada akhirnya, dr. Tirta mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyerap informasi kesehatan.

Memahami karakter kulit sendiri dan tidak mudah percaya pada mitos adalah langkah awal untuk merawat diri dengan benar dan aman.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#dr Tirta #fakta kesehatan kulit #gorengan penyebab jerawat #perawatan kulit #mitos kesehatan #uap nasi untuk wajah