Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Menkes Ingatkan Bahaya Gorengan Berlebihan, Satu Potong Bisa Setara Lari Kilometaran

Cicik Nur Latifah • Selasa, 3 Februari 2026 | 17:05 WIB

Menkes ingatkan, satu potong gorengan bisa bikin kamu harus olahraga ekstra. Yuk mulai lebih bijak pilih camilan!
Menkes ingatkan, satu potong gorengan bisa bikin kamu harus olahraga ekstra. Yuk mulai lebih bijak pilih camilan!

RADARBONANG.ID – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kembali mengingatkan masyarakat Indonesia agar lebih waspada terhadap kebiasaan mengonsumsi gorengan secara berlebihan.

Makanan yang kerap menjadi camilan favorit ini dinilai berkontribusi besar terhadap peningkatan berat badan dan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi tanpa kendali.

Peringatan tersebut disampaikan Budi melalui sebuah konten video bertajuk “Budi Gemar Sharing” yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Dalam video tersebut, ia menjelaskan secara sederhana namun tegas mengenai kandungan kalori tinggi yang tersembunyi di balik gorengan seperti bakwan, tahu goreng, dan tempe goreng tepung.

Baca Juga: Nisfu Syaban 2026: Malam Penuh Rahmat dan Momentum Perbaikan Diri

Menurut Budi, banyak orang menganggap gorengan sebagai camilan ringan yang tidak berdampak besar bagi tubuh.

Padahal, satu potong gorengan saja bisa mengandung sekitar 100 hingga 150 kalori.

“Tahu nggak? Kalau kita makan satu gorengan seperti ini, nggak bikin kenyang kita. Itu kalorinya antara 100 sampai 150,” ujar Budi dalam video tersebut.

Ia menambahkan bahwa masalahnya bukan hanya pada jumlah kalori per potong, melainkan pada kebiasaan konsumsi.

Kebanyakan orang, menurut Budi, hampir tidak pernah berhenti hanya pada satu gorengan.

“Biasanya nggak cukup satu biji aja kan? Minimal tiga atau empat. Enak banget soalnya,” lanjutnya sambil tersenyum.

Jika dikalkulasikan, mengonsumsi tiga hingga empat gorengan dalam satu waktu berarti memasukkan sekitar 300 sampai 450 kalori ke dalam tubuh.

Angka tersebut bukan jumlah kecil, apalagi jika dikonsumsi di luar waktu makan utama.

Setara Aktivitas Fisik Berat

Budi kemudian membandingkan jumlah kalori dari gorengan dengan aktivitas fisik yang diperlukan untuk membakarnya.

Ia memberi contoh berdasarkan berat badannya sendiri, sekitar 70 kilogram.

“Untuk orang dengan berat badan 70 kilo seperti saya, itu harus lari lima kilometer. Gara-gara makan gorengan, saya mesti treadmill sekitar 15 menit,” ungkapnya.

Perbandingan ini dimaksudkan agar masyarakat lebih memahami bahwa kalori dari gorengan tidak “hilang begitu saja” dan membutuhkan usaha ekstra untuk dibakar. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, kalori tersebut akan tersimpan sebagai lemak.

Mengapa Gorengan Picu Kegemukan?

Gorengan memang memiliki daya tarik tersendiri berkat teksturnya yang renyah dan rasa gurih yang menggugah selera.

Namun, proses penggorengan membuat makanan menyerap minyak dalam jumlah besar, sehingga kandungan kalorinya melonjak tajam.

Risiko kesehatan semakin meningkat jika gorengan dimasak menggunakan minyak yang dipanaskan berulang kali.

Minyak jelantah berpotensi menghasilkan lemak jenuh dan lemak trans, dua jenis lemak tidak sehat yang dapat mempercepat penumpukan lemak tubuh serta meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti obesitas dan gangguan jantung.

Selain itu, gorengan umumnya rendah serat dan protein. Padahal, kedua nutrisi tersebut berperan penting dalam menciptakan rasa kenyang yang lebih lama.

Akibatnya, setelah makan gorengan, rasa lapar cenderung cepat muncul kembali, mendorong seseorang untuk makan lebih banyak.

Baca Juga: Nisfu Syaban 2026: Malam Penuh Rahmat dan Momentum Perbaikan Diri

Imbauan Pola Makan Seimbang

Melalui pesannya, Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk mulai lebih sadar terhadap pola makan sehari-hari.

Ia tidak melarang konsumsi gorengan sepenuhnya, namun menekankan pentingnya pembatasan dan keseimbangan.

Masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah yang kaya serat.

Dengan pola makan yang lebih terkontrol dan disertai aktivitas fisik rutin, risiko kegemukan dan penyakit kronis dapat ditekan sejak dini.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#gorengan #budi gunadi sadikin #kalori gorengan #Menteri Kesehatan RI #bahaya gorengan