Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Karena Penyakit Ini Datangnya Pelan, Tapi Dampaknya Panjang: Diabetes Mengintai Usia Muda

Widodo • Rabu, 28 Januari 2026 | 08:15 WIB

Diabetes tak lagi soal usia tua. Ia datang pelan di usia muda, lewat kebiasaan manis yang sering dianggap sepele.
Diabetes tak lagi soal usia tua. Ia datang pelan di usia muda, lewat kebiasaan manis yang sering dianggap sepele.
RADARBONANG.ID – Masih banyak anak muda yang menganggap diabetes sebagai penyakit orang tua.

Penyakit “nanti”, penyakit bapak-bapak, penyakit yang baru muncul di usia senja. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Diabetes kini semakin sering menyerang usia muda, datang perlahan tanpa gejala mencolok, namun membawa dampak panjang bagi kualitas hidup.

Pada tahap awal, tanda-tandanya kerap dianggap sepele. Cepat haus, mudah lelah, berat badan naik perlahan, atau sering mengantuk. Karena masih merasa muda dan aktif, banyak orang mengira kondisi tersebut wajar.

Baca Juga: Baper, Cemas, Takut Ketinggalan? Ini Cara Instagram Bikin Mental Gen Z Goyah

Padahal, bisa jadi itu adalah sinyal awal tubuh yang mulai kewalahan menghadapi kadar gula darah yang terus meningkat.

Gaya Hidup Manis yang Terlalu Dimaklumi

Pola hidup modern menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus diabetes tipe 2 di usia produktif.

Minuman manis kekinian, kopi susu dengan gula tinggi, boba, serta kebiasaan ngemil sambil menatap layar gawai sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak anak muda.

Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa konsumsi gula berlebih dan kurangnya aktivitas fisik merupakan dua faktor dominan peningkatan risiko diabetes.

Padahal, batas aman konsumsi gula harian yang dianjurkan hanya sekitar empat sendok makan per hari. Dalam praktiknya, satu gelas minuman manis saja sering kali sudah melebihi ambang tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan gaya hidup sedentari. Duduk berjam-jam di depan laptop, minim gerak, dan jarang berolahraga membuat tubuh semakin sulit mengontrol kadar gula darah secara optimal.

Penyakit yang Tidak Datang Seketika

Diabetes bukan penyakit yang muncul tiba-tiba. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 berkembang secara perlahan, seiring akumulasi kebiasaan tidak sehat dalam jangka panjang.

Pola makan tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, serta kebiasaan duduk terlalu lama menjadi faktor utama pemicunya.

Ironisnya, kebiasaan tersebut justru paling sering terjadi pada usia muda, ketika kesadaran akan risiko penyakit kronis masih rendah.

Banyak orang baru menyadari dirinya mengidap diabetes setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah tinggi, atau bahkan ketika komplikasi mulai muncul.

Namun, ada kabar baik. Diabetes termasuk penyakit yang sangat mungkin dicegah, terutama jika perubahan gaya hidup dilakukan sejak dini.

Pencegahan Tidak Harus Rumit

Mencegah diabetes bukan berarti harus hidup serba ketat atau kehilangan kenikmatan. Intinya adalah mengatur ulang kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Langkah-langkah sederhana seperti mengurangi minuman manis, memperbanyak konsumsi air putih, serta memilih makanan dengan lebih sadar sudah memberi dampak besar.

WHO merekomendasikan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, atau sekitar 20–30 menit per hari.

Jalan kaki, naik tangga, peregangan ringan, hingga olahraga sederhana di rumah sudah cukup untuk membantu tubuh mengelola gula darah dengan lebih baik.

Durasi tersebut bahkan lebih singkat dibanding waktu menonton satu episode serial televisi.

Selain itu, menjaga jam tidur, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala juga penting, meskipun masih berusia muda dan merasa sehat.

Dampak Panjang yang Sering Terlupakan

Diabetes bukan hanya soal angka gula darah. Jika tidak dikendalikan, penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari gangguan jantung, kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, hingga kerusakan saraf.

International Diabetes Federation (IDF) mencatat bahwa banyak penderita baru menyadari penyakitnya setelah komplikasi muncul.

Pada tahap tersebut, fokus penanganan bukan lagi pencegahan, melainkan pengelolaan seumur hidup.

Inilah yang membuat diabetes disebut sebagai penyakit dengan dampak panjang, baik secara fisik, emosional, maupun ekonomi.

Baca Juga: Korsel Terapkan Undang-Undang Penggunaan AI: Negara Pertama di Dunia dengan Regulasi Komprehensif

Kesadaran Sejak Dini

Mencegah diabetes sejak muda bukan soal menakut-nakuti diri sendiri. Ini tentang menghargai tubuh sebelum ia benar-benar kelelahan.

Tubuh akan selalu merespons apa yang dibiasakan setiap hari.

Menikmati makanan dan minuman manis tetap boleh, selama tahu batas dan waktu yang tepat. Karena pada akhirnya, kesehatan bukan soal nanti, melainkan keputusan-keputusan kecil yang diambil hari ini.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#gaya hidup manis #bahaya diabetes #gula darah tinggi #diabetes usia muda #pencegahan diabetes