Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Viral Pencet Jerawat di Wajah Berujung Fatal, Dokter Kulit Ungkap Risikonya

Muhammad Azlan Syah • Kamis, 22 Januari 2026 | 13:10 WIB

Dermatolog mengingatkan bahwa memencet jerawat di area wajah tertentu bisa memicu infeksi berbahaya dan bahkan berujung fatal jika tak ditangani dengan benar.
Dermatolog mengingatkan bahwa memencet jerawat di area wajah tertentu bisa memicu infeksi berbahaya dan bahkan berujung fatal jika tak ditangani dengan benar.

RADARBONANG.ID — Sebuah kisah pilu yang sedang viral di media sosial mengingatkan masyarakat bahwa hal yang tampak remeh seperti memencet jerawat di wajah bisa memiliki konsekuensi serius.

Seorang pengguna membagikan cerita tentang suaminya yang meninggal dunia setelah memencet jerawat di wajah, yang kemudian berkembang menjadi infeksi fatal.

Peristiwa ini telah mengundang perhatian banyak orang, hingga para ahli kulit angkat bicara mengenai risiko kesehatan di balik tindakan sederhana tersebut.

Baca Juga: Nggak Perlu Hidup Pelit: Cara Baru Hemat Tanpa Ikut Tren Frugal Ekstrem yang Bikin Capek

Viral di Media Sosial

Kisah ini mulai ramai diperbincangkan ketika unggahan netizen tentang kematian suaminya karena jerawat tersebar luas.

Banyak yang awalnya skeptis karena terdengar mustahil, namun setelah penjelasan medis, orang mulai memahami bahwa kondisi kulit dan lokasi jerawat dapat berpengaruh kuat terhadap risiko infeksi.

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah dialami oleh seorang wanita bernama Alisha Monaco yang harus dirawat di rumah sakit setelah memencet jerawat, karena infeksi yang menyebar ke jaringan wajahnya.

Apa Itu “Segitiga Kematian” di Wajah?

Dermatolog Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmapura menjelaskan bahwa ada area di wajah yang disebut “segitiga kematian”.

Area ini mencakup wilayah dari sudut mulut naik ke antara alis.

Tepat di dalamnya terdapat struktur pembuluh darah dan saraf yang sangat penting, termasuk sinus kavernosa yang menghubungkan aliran darah dari wajah langsung ke otak.

Keunikan pembuluh darah di area ini adalah tidak memiliki katup, sehingga aliran darah dapat bergerak dua arah.

Ketika infeksi terjadi di daerah ini — misalnya melalui luka akibat memencet jerawat — bakteri bisa masuk ke sistem peredaran darah dan menyebar ke otak.

Infeksi yang menyebar dengan cepat inilah yang, dalam kasus terburuk, dapat mengancam kehidupan.

Bagaimana Infeksi Bisa Menjadi Fatal

Infeksi yang muncul dari jerawat yang dipencet bisa berawal dari luka kecil di permukaan kulit.

Jika tangan atau alat yang digunakan tidak steril, bakteri akan lebih mudah masuk ke dalam jaringan.

Di area wajah yang sangat vaskular seperti segitiga kematian, bakteri dapat merambat melalui pembuluh darah tanpa hambatan.

Normalnya, tubuh melawan infeksi dengan sistem imun, tetapi ketika bakteri masuk langsung ke aliran darah menuju organ vital seperti otak, pertahanan tubuh bisa kewalahan.

Situasi ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti sinusitis, abses otak, atau sepsis. Kondisi itu sangat berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Para ahli kulit menyarankan untuk memperhatikan tanda-tanda peradangan ketika seseorang mengalami jerawat yang bermasalah.

Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain kemerahan, pembengkakan, rasa hangat di sekitar jerawat, nyeri yang tidak biasa, munculnya nanah, hingga demam.

Ketika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera berobat ke tenaga medis profesional.

Mencoba mengatasi jerawat sendiri dengan memencetnya menggunakan tangan atau alat tidak steril justru meningkatkan risiko infeksi.

Cara paling aman adalah membiarkan jerawat sembuh secara alami atau berkonsultasi dengan dokter kulit untuk penanganan yang tepat.

Waspadai Mitigasi Risiko

Dermatolog menekankan bahwa yang paling efektif untuk menghindari risiko infeksi adalah tidak memencet jerawat, terutama di area yang disebut segitiga kematian.

Tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan wajah, rutin membersihkan kulit dengan produk yang cocok, serta tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor dapat membantu mengurangi risiko infeksi bakteri.

Jika jerawat menimbulkan ketidaknyamanan berat atau infeksi terlihat memburuk, konsultasi dengan dokter spesialis kulit adalah langkah yang bijak.

Di banyak kasus, perawatan medis dapat mencegah komplikasi serius sebelum kondisi memburuk.

Baca Juga: Karya Visual Ardhira Putra Mendunia, Sabet Penghargaan di 100+ Art Season Asia

Edukasi dan Kesadaran Publik

Kasus viral ini mengingatkan masyarakat bahwa urusan kesehatan kulit bukan hal yang bisa dianggap sepele.

Meski terlihat sepele, tindakan yang salah dapat membawa dampak besar. Edukasi mengenai perawatan kulit yang aman amat penting, baik melalui kampanye kesehatan maupun konseling langsung dengan tenaga medis.

Dengan meningkatkan kesadaran akan risiko yang tersembunyi di balik tindakan sehari-hari seperti memencet jerawat, diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dan tahu kapan harus mencari pertolongan medis.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#viral jerawat fatal #risiko pencet jerawat #kesehatan kulit wajah #infeksi jerawat segitiga kematian #dermatologist jelaskan jerawat