RADARBONANG.ID – Telur ayam dan telur bebek merupakan bahan pangan yang sangat akrab di meja makan masyarakat Indonesia.
Keduanya dikenal sebagai sumber protein hewani yang terjangkau, mudah diolah, dan kaya nutrisi.
Namun, di balik kemiripan bentuk dan fungsi tersebut, terdapat perbedaan cukup signifikan, terutama dari sisi kandungan kolesterol dan komposisi gizinya.
Tak sedikit orang yang masih bertanya-tanya, mana yang sebenarnya lebih sehat untuk dikonsumsi secara rutin: telur ayam atau telur bebek?
Baca Juga: Gaun Brokat Muslim Modern Lesti Kejora Curi Perhatian saat Menghadiri IMA 2025
Kandungan Gizi Dasar Telur
Secara umum, baik telur ayam maupun telur bebek sama-sama rendah karbohidrat dan hampir tidak mengandung serat.
Namun, keduanya unggul sebagai sumber protein berkualitas tinggi, lemak sehat, serta berbagai mikronutrien penting.
Telur mengandung selenium, riboflavin, vitamin A, vitamin B12, kolin, serta antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan sel tubuh.
Kandungan protein dalam telur juga tergolong lengkap karena memiliki asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Keunggulan Nutrisi Telur Bebek
Jika dibandingkan secara detail, telur bebek memiliki ukuran yang lebih besar dengan kuning telur yang lebih dominan.
Hal ini membuat kandungan beberapa zat gizi dalam telur bebek lebih tinggi dibandingkan telur ayam.
Telur bebek diketahui mengandung zat besi, folat, dan vitamin B12 dalam jumlah lebih besar. Bahkan, satu butir telur bebek dapat memenuhi lebih dari 100 persen kebutuhan harian vitamin B12.
Nutrisi ini sangat penting dalam pembentukan sel darah merah, menjaga fungsi saraf, serta membantu proses pembentukan DNA.
Selain itu, telur bebek juga memiliki rasa yang lebih gurih dan tekstur kuning telur yang lebih padat, sehingga sering digunakan dalam berbagai olahan tradisional.
Kelebihan Putih Telur Ayam
Di sisi lain, telur ayam memiliki keunggulan pada bagian putih telurnya. Putih telur ayam mengandung protein seperti ovalbumin, konalbumin, dan lisozim dalam kadar yang relatif lebih tinggi.
Menurut sejumlah kajian, protein-protein tersebut memiliki sifat antioksidan, antimikroba, serta berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker.
Karena itulah, putih telur ayam sering direkomendasikan bagi mereka yang membutuhkan asupan protein tinggi dengan kadar lemak dan kolesterol yang lebih rendah.
Perbandingan Kadar Kolesterol
Perbedaan paling mencolok antara telur ayam dan telur bebek terletak pada kadar kolesterolnya. Telur bebek memiliki kandungan kolesterol yang jauh lebih tinggi dibandingkan telur ayam.
Dalam satu butir telur bebek, kolesterol dapat mencapai sekitar 660 mg. Sementara itu, satu butir telur ayam rata-rata hanya mengandung sekitar 186 mg kolesterol.
Artinya, kadar kolesterol telur bebek bisa mencapai hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan telur ayam.
Tingginya kolesterol pada telur bebek disebabkan oleh ukuran kuning telur yang lebih besar serta kandungan lemak yang lebih tinggi.
Cara Konsumsi yang Lebih Sehat
Meski telur bebek lebih tinggi kolesterol, bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya ada pada porsi dan cara pengolahan.
Baca Juga: Menjelajahi Goa Nganten Rengel, Hidden Gem Ciamik di Tuban
Metode memasak yang paling disarankan adalah merebus telur, karena tidak menggunakan minyak tambahan dan dapat menjaga kualitas nutrisi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan menganjurkan konsumsi telur rebus sebagai menu sarapan sehat.
Ia menyarankan dua butir telur rebus sebagai alternatif yang lebih baik dibandingkan sarapan tinggi karbohidrat seperti nasi uduk atau bubur ayam.
Telur ayam dan telur bebek sama-sama memiliki manfaat kesehatan. Telur ayam lebih unggul bagi mereka yang ingin membatasi kolesterol, sementara telur bebek kaya nutrisi tertentu namun perlu dikonsumsi dengan lebih bijak.
Memilih jenis telur sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan dan pola makan masing-masing. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah