Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Telur Dituding Biang Kerok Kolesterol? Fakta Terbaru Ini Bikin Banyak Orang Kaget!

Defy Maulida Puspaaji • Selasa, 16 Desember 2025 | 20:05 WIB

ilustrasi telur
ilustrasi telur

RADARBONANG.ID – Benarkah makan telur bisa membuat kolesterol melonjak dan jantung bermasalah? Pertanyaan ini sudah puluhan tahun menghantui meja makan masyarakat Indonesia.

Telur, yang dikenal sebagai makanan murah, praktis, dan bergizi tinggi, kerap dicap sebagai “musuh kesehatan”, terutama bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi.

Tak sedikit orang memilih menghindari telur, khususnya bagian kuningnya, karena takut angka kolesterol di hasil cek darah melonjak.

Namun, apakah anggapan itu masih relevan dengan perkembangan ilmu gizi saat ini?

Jawabannya: tidak sesederhana itu.

Baca Juga: Redakan Maag Tanpa Obat, Ini Tips yang Disarankan Ahli

Telur: Dari Kambing Hitam Menjadi Superfood

Selama bertahun-tahun, telur disudutkan karena kandungan kolesterolnya. Satu butir telur memang mengandung sekitar 185–200 miligram kolesterol, sebagian besar berada di kuning telur.

Angka ini kerap dibandingkan dengan batas asupan kolesterol harian yang dulu direkomendasikan.

Namun, penelitian gizi modern membuktikan bahwa kolesterol dari makanan tidak bekerja secara langsung menaikkan kolesterol darah.

Tubuh manusia memiliki mekanisme pengaturan yang cerdas. Saat asupan kolesterol dari makanan meningkat, organ hati justru akan mengurangi produksi kolesterol alami.

Dengan kata lain, makan telur tidak otomatis membuat kolesterol darah melonjak tajam, terutama pada orang sehat.

Fakta Ilmiah Terbaru: Telur Tidak Sejahat yang Dibayangkan

Berbagai studi berskala besar dalam dua dekade terakhir menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Konsumsi telur sebanyak satu hingga dua butir per hari dinilai masih aman bagi kebanyakan orang sehat.

Sejumlah penelitian juga menyimpulkan bahwa telur tidak memiliki hubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada populasi umum.

Bahkan, konsumsi telur justru dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol baik atau HDL, yang berperan melindungi pembuluh darah dan jantung.

HDL membantu membawa kolesterol jahat (LDL) kembali ke hati untuk diproses dan dibuang dari tubuh. Artinya, telur dapat membantu menjaga keseimbangan profil kolesterol, bukan merusaknya.

Yang Sering Disalahkan, Padahal Bukan Penyebab Utama

Jika telur sering dituding sebagai biang kerok, para ahli gizi justru menyoroti faktor lain yang lebih berisiko, yaitu cara pengolahan dan pola makan secara keseluruhan.

Telur yang digoreng menggunakan minyak jelantah, margarin berlebihan, atau disajikan bersama makanan tinggi lemak jenuh seperti sosis, nugget, dan daging olahan, jauh lebih berpotensi memicu masalah kolesterol dan jantung.

Dengan kata lain, bukan telurnya yang bermasalah, melainkan gaya makan yang tidak seimbang.

Telur Bukan Sekadar Sumber Protein

Selain protein berkualitas tinggi yang mengandung asam amino lengkap, telur juga kaya nutrisi penting.

Di dalam satu butir telur terdapat vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang, kolin yang berperan penting bagi fungsi otak dan memori, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin yang membantu menjaga kesehatan mata.

Tak heran jika telur kini masuk daftar superfood versi banyak ahli gizi dunia. Murah, mudah diolah, dan padat gizi—kombinasi yang sulit ditandingi.

Siapa yang Tetap Perlu Waspada?

Meski relatif aman bagi mayoritas orang, bukan berarti telur boleh dikonsumsi tanpa batas oleh semua kalangan.

Beberapa kelompok tetap perlu lebih berhati-hati, seperti penderita diabetes dengan komplikasi jantung, orang dengan gangguan metabolisme tertentu, atau pasien yang menjalani diet khusus atas anjuran dokter.

Bagi kelompok ini, jumlah dan frekuensi konsumsi telur sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan dikonsultasikan dengan tenaga medis.

Baca Juga: Self Healing: Cara Gen Z Melenturkan Mental di Dunia yang Serba Kilat

Jadi, Masih Takut Makan Telur?

Dengan bukti ilmiah yang semakin kuat, satu hal kini makin jelas: telur bukanlah musuh kolesterol.

Dalam pola makan seimbang, cara memasak yang sehat, serta gaya hidup aktif, telur justru bisa menjadi sahabat kesehatan yang praktis dan terjangkau.

Mungkin sudah saatnya berhenti menyalahkan telur setiap kali kolesterol naik, dan mulai melihat gambaran yang lebih utuh tentang pola makan dan gaya hidup kita sendiri.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kesehatan #kolesterol tinggi #telur #kolesterol #manfaat telur #fakta telur #bahaya kolesterol