Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Deep Sleep: Fase Tidur Terdalam yang Jadi Rebutan Kaum Begadang

Widodo • Kamis, 4 Desember 2025 | 20:08 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

RADARBONANG.ID — Banyak orang merasa sudah tidur tujuh jam, tetapi tetap bangun dengan tubuh lemas seperti habis lari maraton.

Jika kamu mengalami hal itu, besar kemungkinan tubuhmu kekurangan deep sleep, yaitu fase tidur paling dalam dan paling penting untuk pemulihan.

Deep sleep merupakan bagian dari tidur non-REM tahap 3, fase ketika tubuh memasuki kondisi rileks total.

Pada tahap ini, otot melemas, napas melambat, dan gelombang otak menurun drastis hingga mencapai tingkat paling santai.

Baca Juga: Netflix Adaptasi Tiga Novel Dee Lestari Jadi Serial Orisinal

Menurut National Institutes of Health (NIH), fase deep sleep adalah momen emas ketika tubuh memperbaiki jaringan, memulihkan energi seluler, hingga membantu pembentukan memori baru.

Ibaratnya, deep sleep berfungsi seperti “petugas kebersihan malam hari” yang bekerja diam-diam untuk merapikan kekacauan dalam tubuh agar kamu siap menghadapi aktivitas esok hari.

Kenapa Deep Sleep Sangat Penting, Terutama untuk Gen Z?

Pertama, fase ini berperan besar dalam stabilitas emosi. Sleep Foundation menjelaskan bahwa deep sleep membantu bagian otak yang mengatur emosi bekerja lebih optimal.

Dampaknya, kamu tidak mudah terpancing emosi atau stres sejak pagi hanya karena masalah sepele seperti koneksi internet bermasalah.

Kedua, sistem imun meningkat secara signifikan saat tubuh memasuki deep sleep. Pada fase ini, tubuh memproduksi protein penting untuk pertahanan tubuh, membantu melawan infeksi, hingga membuatmu lebih tahan ketika cuaca sedang tidak menentu.

Ketiga, deep sleep berfungsi sebagai sumber energi utama. CDC menyebutkan bahwa pemulihan energi seluler terjadi justru pada fase tidur paling dalam ini, sehingga tubuh bangun dengan perasaan lebih segar, bukan lelah berkepanjangan.

Keempat, deep sleep memainkan peran penting dalam proses memori.

Jika kamu sedang mempersiapkan ujian, hafalan kerja, atau materi presentasi, fase ini membantu otak mengolah dan menyimpan informasi agar lebih mudah diingat.

Berapa Lama Waktu Deep Sleep yang Ideal?

Sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 13–23% dari total durasi tidur dalam bentuk deep sleep, atau sekitar 1–2 jam per malam.

Permasalahan muncul ketika banyak anak muda tidak memenuhi kebutuhan tersebut. Kebiasaan begadang, scroll TikTok terlalu lama, minum kopi malam hari, dan jam tidur tidak konsisten sering menjadi penyebab utama kurangnya deep sleep.

Tanda-Tanda Kamu Kekurangan Deep Sleep

Beberapa gejala berikut kerap muncul ketika tubuh tidak mendapatkan deep sleep yang cukup:

• bangun tidur dengan kondisi lelah
• sulit fokus sepanjang hari
• emosi lebih sensitif dan mudah overthinking
• kulit terlihat kusam karena kurang pemulihan sel
• tubuh lebih rentan sakit

Jika sebagian besar tanda tersebut muncul, kemungkinan besar tubuhmu kekurangan tidur berkualitas.

Baca Juga: Mawar de Jongh Ungkap Perbedaan Versi Indonesia dari What’s Up With Secretary Kim

Tips Sederhana untuk Meningkatkan Deep Sleep

Ada beberapa langkah yang mudah dilakukan, bahkan bagi anak muda yang hidupnya penuh aktivitas:

✔ Matikan ponsel 30 menit sebelum tidur
Cahaya biru dari layar membuat otak sulit masuk ke mode tidur.

✔ Atur suhu kamar tetap sejuk
Riset Sleep Foundation menyebutkan suhu ideal berkisar antara 18–20°C.

✔ Hindari konsumsi kopi setelah pukul 16.00
Efek kafein bertahan hingga enam jam, membuat tubuh sulit masuk fase tidur dalam.

✔ Terapkan jam tidur yang konsisten
Tubuh sangat menyukai ritme. Tidur dan bangun pada jam yang berbeda setiap hari membuat otak kebingungan menentukan waktu masuk deep sleep.

✔ Lakukan olahraga ringan
Cukup berjalan kaki 20–30 menit di siang hari sudah membantu kualitas tidur meningkat.

Deep sleep bukan tentang berapa lama kamu tidur, melainkan seberapa berkualitas phase tidurmu.

Di era yang cepat, sibuk, dan penuh distraksi seperti sekarang, deep sleep menjadi kebutuhan penting yang layak diperjuangkan.

Jika ingin bangun lebih segar, fokus meningkat, kulit lebih cerah, dan kondisi mental stabil, investasi terbaik yang bisa kamu mulai hari ini adalah tidur berkualitas.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#cara meningkatkan deep sleep #apa itu deep sleep #manfaat deep sleep #tanda kurang deep sleep #tidur non REM tahap 3