Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pasta Gigi untuk Luka Bakar: Mitos “Warisan Tetangga” yang Harus Segera Dipensiunkan

Widodo • Rabu, 26 November 2025 | 23:20 WIB

Ilustrasi seseorang mengoleskan krim ke kulit yang iritasi. Pasta gigi tidak dianjurkan untuk luka bakar karena dapat memperburuk kondisi.
Ilustrasi seseorang mengoleskan krim ke kulit yang iritasi. Pasta gigi tidak dianjurkan untuk luka bakar karena dapat memperburuk kondisi.

RADARBONANG.ID — Dari sekian banyak “warisan tips” yang sering muncul saat jari kena minyak panas—mulai dari saran simbah, bisikan tetangga, sampai broadcast grup WA alumni—ada satu yang paling legendaris: “Cepet olesin pasta gigi, biar adem!”

Saran itu biasa diucapkan dengan nada percaya diri, padahal keliru besar.

Di era teknologi makin maju—anak SD aja sudah jago bikin video cinematic—mitos pasta gigi sebagai obat luka bakar masih tetap hidup. Sayangnya, menurut para pakar medis, tips ini justru bikin luka makin kacau.

Baca Juga: Band Metal Austria Belphegor Mendarat di Solo, Minta Difoto di Pohon Pisang: Cerita Unik di Balik Konser Rock in Solo

Kelihatan Adem, Tapi Bahayanya Nyata

Benar, pasta gigi terasa dingin. Tapi sensasi itu bukan berarti cocok untuk kulit yang sedang mengalami luka bakar.

American Burn Association (ABA) menegaskan bahwa pasta gigi bisa memerangkap panas, memperparah kerusakan jaringan, dan meningkatkan potensi infeksi.

Kulit yang terbakar ibarat rumah yang baru kena kebakaran—yang dibutuhkan adalah pendinginan yang tepat, bukan ditempeli bahan acak dari kamar mandi.

WHO bahkan mengingatkan bahwa bahan non-steril seperti odol tidak boleh mengenai luka terbuka karena berisiko membawa bakteri tambahan.

Kenapa Masih Banyak yang Percaya?

Jawabannya sederhana: sensasi dingin bikin kita merasa seolah sudah melakukan pertolongan pertama yang benar. Ditambah lagi, pasta gigi selalu ada di setiap rumah—praktis, murah, dan seakan jadi “P3K rakyat”.

Padahal, dokter luka bakar menekankan bahwa rasa dingin bukan bukti aman. Sama seperti menempelkan es ke dahi setelah patah hati: adem sih, tapi jelas bukan obat.

Risiko Serius yang Sering Diremehkan

IDAI dan ABA mencatat sejumlah risiko jika pasta gigi dioleskan ke luka bakar:
• Kulit makin rusak karena panas terperangkap
• Infeksi akibat bakteri atau bahan kimia dalam pasta gigi
• Proses penyembuhan lebih lama
• Penilaian dokter jadi sulit karena odol menutupi kondisi luka
Beberapa odol juga mengandung mint, pewangi, dan detergen ringan—yang sudah pasti tidak cocok dengan jaringan kulit yang sedang sensitif dan rusak.

Cara Pertolongan Pertama yang Benar

WHO dan American Burn Association sudah menetapkan prosedur sederhana dan aman:

  1. Bilas luka dengan air mengalir selama 10–20 menit
    Gunakan air bersuhu normal, bukan es. Pendinginan bertahap membantu menghentikan proses kerusakan jaringan.

  2. Jangan oles apa pun
    Termasuk pasta gigi, mentega, kecap, minyak, atau ramuan-ramuan tradisional.

  3. Tutup luka dengan kasa atau kain bersih
    Biarkan kulit tetap bernapas, tapi terlindungi dari debu dan kotoran.

  4. Segera ke fasilitas kesehatan
    Terutama jika luka besar, timbul lepuhan, terjadi di wajah atau tangan, atau dialami anak-anak dan lansia.

Prosedurnya simpel, aman, dan nggak melibatkan odol-odol club.

Baca Juga: Film Animasi “Jumbo” Tayang Eksklusif di Netflix pada Natal 2025: Langkah Besar Animasi Indonesia ke Panggung Global

Mitos yang Harus Segera Redup

Kalau masih ada yang bilang, “Loh, dulu aku pakai pasta gigi kok sembuh?” cukup jawab pelan: yang sembuh itu kulitmu, bukan karena odolnya.

Sama seperti orang flu minum air hangat lalu mengira itu obat mujarab—padahal flu memang punya siklus sembuh sendiri.

Pasta gigi memang dibuat untuk gigi, bukan untuk luka bakar. Di era ketika informasi bisa diakses dalam satu klik, sudah waktunya meninggalkan mitos-mitos lama yang tidak berdasar dan mulai mengandalkan fakta medis. Yuk, jadi generasi yang lebih cerdas merawat diri.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#mitos luka bakar #pasta gigi untuk luka bakar #bahaya odol untuk luka bakar #cara mengobati luka bakar #pertolongan pertama luka bakar