RADARBONANG.ID — Di era media sosial yang serba cepat, berbagai tips parenting bisa muncul dari mana saja—mulai dari FYP TikTok, reels Instagram, sampai grup WhatsApp keluarga.
Di antara banyaknya informasi berseliweran, ada satu mitos lama yang masih sering dibahas: memberikan kopi kepada anak untuk mencegah kejang.
Ya, kopi. Minuman yang biasanya jadi teman begadang mahasiswa atau penyemangat pekerja kantoran yang dikejar deadline.
Sayangnya, ketika kopi diberikan kepada balita dengan alasan mencegah kejang, para dokter langsung angkat alis.
Baca Juga: FIA Selidiki Ketebalan Skid Block McLaren di GP Las Vegas 2025
Kopi Bukan Obat, Apalagi Antikejang
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan kopi dapat mencegah atau menghentikan kejang demam.
American Academy of Pediatrics (AAP) juga menambahkan bahwa kafein bukan terapi kejang, bahkan dapat memicu:
-
gangguan jantung,
-
dehidrasi,
-
gangguan tidur,
-
hingga membuat anak lebih gelisah.
Jadi, jika kopi masih dianggap “jimat medis”, itu bukan tips—itu bahaya.
Dari Mana Mitos Ini Berasal?
Sebagian orang tua zaman dulu percaya bahwa kopi membantu “menghangatkan” tubuh, sehingga demam dan kejang bisa dicegah.
Padahal secara medis, kejang demam terjadi karena lonjakan suhu tubuh, bukan karena tubuh kurang hangat.
Kafein sendiri merupakan stimulan yang dapat meningkatkan detak jantung, memicu iritasi lambung, hingga menambah rasa gelisah pada anak.
Artinya, efeknya bertolak belakang dengan klaim yang beredar.
Risikonya: Ngeri-ngeri Nggak Lucu
Memberikan kopi pada bayi atau balita dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti:
-
detak jantung tidak stabil,
-
tremor dan gelisah,
-
dehidrasi,
-
gangguan tidur berat,
-
masalah pencernaan.
WHO juga menegaskan bahwa anak-anak tidak seharusnya mengonsumsi kafein dalam bentuk apa pun, karena sistem saraf mereka masih berkembang dan sangat sensitif terhadap zat stimulan.
Alih-alih mencegah kejang, kopi justru berpotensi memicu masalah baru.
Cara yang Benar Saat Anak Mengalami Kejang Demam
Jika anak mengalami kejang, panduan resmi dari IDAI dan AAP menyarankan orang tua untuk:
-
Tetap tenang agar tidak salah langkah.
-
Miringkan tubuh anak untuk menjaga jalan napas.
-
Jangan memasukkan apa pun ke mulut anak (air, makanan, sendok, kopi, jamu).
-
Pantau durasi kejang.
-
Segera bawa ke IGD jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau anak tetap tidak sadar setelahnya.
Tidak ada satu pun panduan medis yang memasukkan kopi sebagai langkah pertolongan.
Baca Juga: Melanggar Aturan, Lift Kaca Pantai Kelingking Resmi Dibongkar Atas Perintah Gubernur
Kenapa Mitos Ini Harus Diakhiri?
Karena kejang demam adalah kondisi yang sudah memiliki tata laksana jelas dan aman.
Karena kopi bukan obat.
Karena anak bukan alat percobaan. Dan karena kesehatan anak terlalu berharga untuk mempertaruhkan sesuatu yang hanya didasarkan pada cerita turun-temurun.
Jika ada yang masih menyarankan memberikan kopi untuk mencegah kejang anak, jawab saja:
“Ini 2025, bukan 1970-an. Kita pakai ilmu medis, bukan mitos.”
Orang tua perlu berpegang pada fakta — bukan sekadar ikut arus.