Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sembarangan Pilih Sunscreen untuk Anak Bisa Bahaya! Ini Panduan Aman dari Dokter Kulit

Arinie Khaqqo • Selasa, 4 November 2025 | 00:10 WIB
Seorang anak tengah dioleskan sunscreen di wajahnya sebelum bermain di luar rumah. Perlindungan sejak dini penting agar kulit anak tetap sehat dan terhindar dari paparan sinar UV berlebih.
Seorang anak tengah dioleskan sunscreen di wajahnya sebelum bermain di luar rumah. Perlindungan sejak dini penting agar kulit anak tetap sehat dan terhindar dari paparan sinar UV berlebih.

RADARBONANG.ID – Cuaca panas makin terik, dan anak-anak tentu ingin tetap bebas main di luar. Tapi banyak orang tua masih bingung: bolehkah anak, apalagi bayi, pakai sunscreen? Kalau boleh, jenis yang seperti apa yang aman?

Faktanya, kulit anak jauh lebih sensitif dibanding orang dewasa, sehingga nggak semua produk sunscreen cocok untuk mereka.

Kalau salah pilih, bisa timbul iritasi, ruam, bahkan alergi kulit. Nah, biar nggak salah langkah, yuk simak panduan penting berikut sebelum membeli sunscreen untuk si kecil!

Kulit Anak Lebih Tipis, Perlindungan Harus Ekstra Hati-Hati

Dokter kulit menjelaskan bahwa kulit bayi dan anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih mudah menyerap bahan kimia.

Artinya, sunscreen dengan bahan kimia keras seperti oxybenzone atau avobenzone sebaiknya dihindari dulu untuk bayi dan balita.

“Untuk usia di bawah 6 bulan, sebaiknya hindari paparan matahari langsung. Kalau terpaksa keluar rumah, lindungi dengan topi, pakaian tertutup, atau stroller berkanopi,” jelas dr. Yenny Puspita, SpKK, dokter kulit asal Jakarta.

Pilih Sunscreen dengan Label “Mineral” atau “Physical Sunscreen”

Jenis sunscreen yang paling aman untuk anak adalah physical sunscreen yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide.

Keduanya bekerja dengan memantulkan sinar UV, bukan menyerapnya, sehingga risiko iritasi lebih kecil.

Ciri khasnya? Biasanya teksturnya agak kental dan meninggalkan sedikit white cast — tapi justru itu tanda bahwa perlindungannya bekerja!

Waspadai Kandungan Ini: Hindari Pewangi dan Alkohol

Produk sunscreen untuk anak sebaiknya bebas dari fragrance, paraben, dan alkohol. Zat tambahan ini sering jadi penyebab utama kulit anak jadi merah atau gatal.

Pilih juga sunscreen dengan label “hypoallergenic”, “fragrance-free”, dan “dermatologically tested” untuk memastikan formulanya aman.

SPF Berapa yang Ideal untuk Anak?

Banyak orang tua mengira semakin tinggi SPF, semakin baik. Padahal, SPF 30 saja sudah cukup untuk aktivitas harian anak.

Yang penting, oleskan ulang (reapply) setiap 2–3 jam, terutama kalau anak banyak berkeringat atau bermain air. Ingat: sunscreen bukan tameng sekali oles untuk seharian penuh.

Bayi di Bawah 6 Bulan? Fokus pada Perlindungan Fisik
Untuk bayi di bawah enam bulan, jangan langsung pakai sunscreen kecuali atas saran dokter. Solusinya, fokus pada perlindungan fisik:

• Gunakan baju lengan panjang berbahan lembut,
• Topi lebar, dan
• Hindari keluar di jam 10.00–15.00 saat matahari sedang terik.

Tips Mudah dari Dokter: Cara Aman Mengoleskan Sunscreen ke Anak

1. Gunakan sunscreen secukupnya — jangan terlalu tebal.
2. Oleskan 15–20 menit sebelum keluar rumah.
3. Jangan lupa area telinga, leher, dan punggung tangan.
4. Jadikan momen oles sunscreen sebagai aktivitas seru, agar anak tidak rewel!

Sunscreen Aman Itu Ada, Asal Orang Tua Teliti!

Intinya, anak dan bayi tetap boleh dan perlu perlindungan dari sinar UV, tapi pilih produknya dengan cermat.

Gunakan sunscreen berbasis mineral, tanpa pewangi, dan dengan SPF 30.

Dan yang paling penting, utamakan perlindungan fisik dan kebiasaan baik sejak dini agar kulit si kecil tetap sehat sampai besar nanti.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#sunscreen untuk anak #sunscreen bayi aman #tips reapply sunscreen #sunscreen mineral #perlindungan kulit anak