RADARBONANG.ID - Pernah merasa jantung berdebar hebat, tangan berkeringat dingin, bahkan tubuh gemetar saat berdiri di tempat tinggi? Bisa jadi kamu bukan cuma takut ketinggian biasa.
Bisa jadi kamu mengalami akrofobia — atau yang lebih dikenal sebagai phobia ketinggian.
fobia ini bukan hal sepele. Banyak orang mengalaminya, bahkan tanpa sadar. Uniknya, penderita phobia ketinggian sering dicap “lebay” atau “penakut”, padahal ini termasuk gangguan kecemasan yang nyata dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apa Itu Phobia Ketinggian?
Phobia ketinggian atau akrofobia adalah ketakutan berlebih terhadap tempat tinggi. Bukan cuma takut berdiri di tepi gedung bertingkat, tapi bahkan melihat video dari ketinggian pun bisa membuat penderitanya cemas, mual, dan panik. Gejala umumnya meliputi:
- Jantung berdebar kencang
- Sesak napas
- Tangan dan kaki gemetar
- Berkeringat dingin
- Sensasi ingin pingsan atau kabur
Banyak Netizen Ngaku Baru Sadar Punya Phobia Ketinggian Gara-Gara Nonton Video TikTok
Beberapa waktu lalu, video POV (point of view) dari atas tebing curam atau rooftop gedung pencakar langit sempat viral di TikTok. Banyak netizen mengaku langsung pusing, panik, bahkan menjerit sendiri padahal cuma nonton lewat layar.
“Gue kira cuma takut biasa, tapi pas liat video itu, tangan gue gemeteran parah!” tulis akun TikTok @anxietyzone dalam kolom komentar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa phobia ketinggian bisa muncul bahkan tanpa kontak fisik langsung dengan ketinggian. Otak merespons rangsangan visual sebagai ancaman nyata. Inilah yang membuat akrofobia masuk dalam kategori fobia spesifik yang serius.
Apa Penyebab Phobia Ketinggian?
Tidak ada penyebab tunggal dari phobia ketinggian. Namun para ahli menyebutkan beberapa faktor pemicunya:
- Trauma masa kecil, seperti jatuh dari ketinggian
- Pengalaman buruk saat naik wahana atau gunung
- Orangtua yang overprotektif terhadap ketinggian
- Faktor genetik: jika orang tua memiliki fobia serupa
- Gangguan keseimbangan pada otak, terutama pada sistem vestibular
Bisakah Phobia Ketinggian Disembuhkan? Ini Jawaban Para Ahli
Kabar baiknya, phobia ketinggian bisa ditangani dengan terapi. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:
- Terapi CBT (Cognitive Behavioral Therapy)
- Desensitisasi bertahap dengan simulasi ketinggian
- Virtual Reality Exposure Therapy
- Teknik pernapasan dan relaksasi otot
- Dalam beberapa kasus, bisa dibantu dengan obat anti-cemas ringan
Awas! Jangan Anggap Remeh Takut Ketinggian!
Banyak orang menghindari pekerjaan tertentu, travelling, bahkan menolak undangan ke tempat-tempat tinggi seperti rooftop cafe, gedung tinggi, atau wahana bermain.
Dalam jangka panjang, fobia ini bisa menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani.
Jadi, kalau kamu atau orang terdekatmu punya tanda-tanda phobia ketinggian, jangan malu untuk bicara. Kesehatan mental bukan aib — melainkan hal penting yang harus dirawat(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah