Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Nasi Panas dan Nasi Dingin: Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh? Ini Efek dan Penjelasan Dokter

Amin Fauzie • Minggu, 12 Oktober 2025 | 20:25 WIB
Nasi panas dan nasi dingin memiliki efek berbeda terhadap tubuh, terutama dalam hal metabolisme gula darah.
Nasi panas dan nasi dingin memiliki efek berbeda terhadap tubuh, terutama dalam hal metabolisme gula darah.

RADARBONANG.ID - Nasi merupakan salah satu makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia.

Namun, tahukah Anda bahwa nasi panas dan nasi dingin ternyata memiliki efek berbeda terhadap tubuh, terutama dalam hal metabolisme gula darah?

Perbedaan ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Mengutip penjelasan akun rsbethamedika di Instagram, pertanyaan yang sering muncul adalah, di antara nasi dingin atau nasi panas, kira-kira mana yang lebih sehat?

“Ternyata, makan nasi yang telah didinginkan selama beberapa saat sebelum dikonsumsi akan memberikan lebih banyak manfaat untuk kesehatan dibandingkan dengan nasi panas,” tulisnya.

Efek Nasi Panas

Nasi panas mengandung pati yang mudah dicerna oleh tubuh.

Akibatnya, karbohidrat cepat diubah menjadi gula darah, sehingga kadar gula darah meningkat lebih cepat.

Kondisi ini membuat seseorang lebih cepat merasa lapar, karena tubuh segera memerlukan energi tambahan.

Selain itu, nasi panas memiliki indeks glikemik tinggi, yang berarti dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat.

“Konsumsi nasi panas perlu dibatasi atau dihindari karena bisa menaikkan kadar gula darah yang akan memperparah atau memicu diabetes,” jelas akun rsbethamedika.

Efek Nasi Dingin

Sebaliknya, nasi dingin mengandung pati resisten yang lebih sulit dicerna.

Karbohidrat dari nasi dingin diserap lebih lambat oleh tubuh, sehingga gula darah tetap stabil dan rasa kenyang bertahan lebih lama.

Dengan demikian, nasi dingin memiliki indeks glikemik rendah, yang bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah tetap normal dan membantu kontrol berat badan.

Kesimpulannya, walaupun nasi panas terasa lebih nikmat dan hangat, baik nasi panas dan nasi dingin memiliki efek berbeda terhadap kesehatan metabolik.

Konsumsi nasi dingin dapat membantu mengontrol gula darah, mengurangi risiko lonjakan insulin, dan menjaga rasa kenyang lebih lama.

Bagi mereka yang memperhatikan kesehatan atau sedang menjalani program pengendalian gula darah dan berat badan, memilih nasi panas dan nasi dingin dengan bijak bisa menjadi cara menjaga kesehatan tanpa mengorbankan kenikmatan makan.

Hoaks Tentang Nasi yang Dihangatkan Selama 12 Jam di Magic Com

Ada informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa nasi yang dihangatkan lebih dari 12 jam di magic com bisa menjadi racun pemicu diabetes dan kanker.

Dikutip dari laman Komdigi, informasi tersebut merupakan hoaks dan tidak benar.

Masyarakat disarankan untuk selalu mengecek fakta sebelum mempercayai informasi seputar makanan dan kesehatan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#kesehatan #gula darah #Efek #nasi panas dan nasi dingin #tubuh