RADARBONANG.ID – Pernah melihat seseorang yang tampak melamun saat menatap?
Bisa jadi itu bukan hanya kurang tidur, tapi gejala dari lazy eye alias amblyopia, gangguan penglihatan yang bisa menyebabkan penglihatan buram permanen jika tidak ditangani sejak dini.
Meski sering dianggap sepele, lazy eye adalah kondisi serius yang umumnya menyerang anak-anak di usia dini.
Sayangnya, karena gejalanya cenderung samar, banyak orang tua yang baru menyadari saat kondisi sudah parah.
Bahkan, tak sedikit orang dewasa yang baru sadar punya lazy eye saat menjalani pemeriksaan mata rutin.
Apa Itu Lazy Eye?
Lazy eye (amblyopia) adalah kondisi ketika satu mata tidak berkembang dengan baik sehingga otak lebih memilih menggunakan mata yang kuat dan mengabaikan mata yang lemah.
Akibatnya, penglihatan mata yang lemah menjadi makin buruk karena tidak terstimulasi dengan baik.
Dikutip dari sejumlah artikel kesehatan, ini bukan soal minus atau silinder. Lazy eye adalah gangguan koordinasi antara otak dan mata. Otak tidak memproses penglihatan dari salah satu mata dengan baik.
Gejala Lazy Eye yang Sering Diabaikan
Jangan anggap enteng gejala berikut ini. Bisa jadi, itu sinyal awal dari amblyopia:
- Salah satu mata terlihat tidak fokus atau juling ringan.
Bukan hanya masalah estetika, ini tanda otak tidak menggunakan mata tersebut dengan optimal. - Sering menyipitkan satu mata saat melihat jauh.
Ini karena salah satu mata tidak berfungsi maksimal sehingga otak hanya mengandalkan satu mata saja. - Kesulitan memperkirakan jarak atau menangkap benda.
Misalnya, anak sering menjatuhkan barang atau kesulitan saat bermain bola. - Sering memiringkan kepala untuk melihat dengan jelas.
Posisi kepala berubah untuk menghindari penggunaan mata yang lemah. - Keluhan mata cepat lelah saat membaca atau menonton.
Mata yang aktif bekerja sendirian akan lebih cepat lelah. - Penglihatan kabur hanya di satu mata (tanpa sadar).
Ini sering tidak disadari karena otak secara otomatis menutup akses dari mata yang lemah.
Bisa Terjadi Sejak Bayi, Tapi Orang Dewasa Juga Bisa Kena
Menurut data dari American Academy of Ophthalmology, lazy eye menyerang sekitar 2–3 persen anak di dunia. Makin dini terdeteksi, makin besar peluang untuk disembuhkan total.
Namun, jangan salah. Lazy eye juga bisa terjadi pada orang dewasa, terutama jika sejak kecil tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Jangan Tunggu Parah, Cek Sekarang!
Lazy eye bukan sekadar mata malas. Ini kondisi medis yang serius dan bisa berdampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan cepat.
Kenali gejalanya sejak dini, terutama pada anak-anak. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar kemungkinan untuk sembuh total. (*)
Editor : Amin Fauzie