RADARBONANG.ID - Garam adalah bumbu paling dasar yang hampir selalu ada di setiap masakan.
Namun, dengan banyaknya jenis garam yang tersedia—mulai dari ukuran, tekstur, hingga warna—memilih garam bisa jadi membingungkan.
Dua jenis yang paling populer adalah garam meja dan garam laut.
Apa bedanya, bagaimana proses pembuatannya, serta mana yang lebih baik untuk kesehatan? Berikut penjelasannya yang Radar Bonang rangkum dari berbagai sumber.
Apa Itu Garam Meja?
Garam meja berasal dari tambang garam bawah tanah yang kemudian diproses untuk menghilangkan mineral dan kotoran.
Sebagian besar garam meja ditambahkan yodium untuk mencegah penyakit gondok, serta anti-caking agent agar tidak menggumpal.
Ciri khas garam meja:
- Tekstur sangat halus dan cepat larut.
- Rasa lebih tajam karena mineral alami telah dihilangkan.
- Cocok untuk adonan kue, roti, atau masakan yang membutuhkan takaran presisi.
Apa Itu Garam Laut?
Garam laut dihasilkan dari penguapan air laut. Prosesnya lebih minim, sehingga masih mengandung mineral alami seperti kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi.
Garam laut sering dipakai sebagai finishing salt, menambah rasa gurih sekaligus tekstur renyah pada masakan.
Perbedaan Garam Meja vs Garam Laut
- Komposisi: Garam meja ditambahkan yodium, sedangkan garam laut mengandung mineral alami.
- Ukuran & Tekstur: Garam meja halus, garam laut lebih kasar dan memberi sensasi "crunchy".
- Rasa: Garam laut lebih kompleks karena adanya mineral.
- Harga: Garam laut lebih mahal karena produksinya terbatas.
- Daya Tahan: Garam laut bisa bertahan selamanya, sementara garam meja punya masa simpan ±5 tahun.
Mana yang Lebih Sehat?
Meskipun sering dianggap lebih sehat, garam laut dan garam meja sebenarnya memiliki kandungan natrium yang sama: sekitar 40%.
Bedanya, karena kristal garam laut lebih besar, maka satu sendok teh garam laut biasanya mengandung sedikit lebih rendah sodium dibandingkan garam meja.
Namun, kelebihan natrium dari jenis garam apa pun bisa menyebabkan hipertensi dan risiko penyakit jantung.
American Heart Association menyarankan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.300 mg per hari (±1 sendok teh garam), dan idealnya cukup 1.500 mg per hari bagi penderita tekanan darah tinggi.
Kesimpulannya, baik garam laut maupun garam meja sama-sama baik digunakan tergantung kebutuhan.
Jika suka tekstur dan rasa kompleks, garam laut bisa jadi pilihan.
Namun, jika butuh garam yang praktis, mudah larut, dan lebih terjangkau, garam meja tetap terbaik.
Intinya, pilih garam sesuai selera dan anggaran, tapi tetap gunakan secukupnya demi menjaga kesehatan jantung. (*)
Editor : Amin Fauzie