Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Rahasia Tubuh Saat Lapar: Pembersihan Sel, Bakar Lemak, dan Awet Muda Secara Alami

Tulus Widodo • Senin, 11 Agustus 2025 | 06:05 WIB
Di balik kondisi tubuh saat lapar, tubuh diam-diam melakukan operasi bersih-bersih yang luar biasa.  Foto adalah ilustrasi.
Di balik kondisi tubuh saat lapar, tubuh diam-diam melakukan operasi bersih-bersih yang luar biasa. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Banyak orang menganggap rasa lapar sebagai tanda bahaya yang harus segera diatasi dengan makan.

Padahal, di balik perut yang keroncongan, tubuh diam-diam melakukan operasi bersih-bersih yang luar biasa.

Dari memperbaiki sel rusak, mengatur hormon, hingga membakar lemak membandel.

Semua terjadi justru ketika kita tidak makan dalam jangka waktu tertentu.

Fenomena ini dikenal dalam dunia medis sebagai autofagi, proses alami di mana sel memakan bagian yang rusak atau tidak berguna.

Mekanisme ini mulai aktif saat tubuh berpuasa atau tidak menerima asupan makanan selama kurang lebih 12–16 jam.

Proses ini menjadi sorotan dunia ketika Profesor Yoshinori Ohsumi dari Jepang menemukan perannya dan dianugerahi Nobel Kedokteran tahun 2016.

Kerja Hebat Tubuh Saat Lapar

1. Pembersihan dan Peremajaan Sel (Autofagi)

Saat energi dari makanan habis, tubuh mengubah mode operasinya: membersihkan sisa metabolisme, protein abnormal, hingga komponen sel yang sudah usang.

Hasilnya? Sel-sel lebih sehat, risiko penyakit menurun, dan penuaan dini dapat diperlambat.

2. Turunnya Kadar Insulin dan Meningkatnya Sensitivitasnya

Fase lapar membuat insulin menurun, memberi sinyal bagi tubuh untuk mengakses cadangan energi dari lemak.

Efek samping positifnya: peradangan mereda, metabolisme meningkat, dan risiko diabetes menurun.

3. Beralih ke Sumber Energi Bersih (Ketosis Ringan)

Setelah glukosa habis, tubuh mulai memecah lemak menjadi keton—bahan bakar efisien yang mendukung fungsi otak, menurunkan stres oksidatif, dan merangsang regenerasi sel.

4. Memberi Waktu Istirahat Sistem Pencernaan

Tanpa beban mencerna, tubuh memfokuskan energinya untuk memperbaiki jaringan, memperkuat sistem imun, dan mengoptimalkan penyembuhan internal.

Bukan Tren Baru, Tapi Kearifan Lama

Konsep lapar untuk sehat ini sejatinya telah menjadi bagian dari tradisi kuno.

Puasa dalam Islam, Ayurveda dari India, hingga pengobatan tradisional Tiongkok sama-sama memanfaatkan periode tanpa makan untuk memulihkan tubuh.

Bedanya, kini sains modern bisa membuktikan manfaatnya secara detail.

Metode intermittent fasting kini populer di seluruh dunia. Prinsipnya sederhana: atur jendela makan agar tubuh memiliki waktu cukup untuk memicu autofagi.

Banyak pelaku metode ini melaporkan tubuh lebih ringan, kulit lebih segar, dan energi lebih stabil. (*)

Editor : Amin Fauzie
#autofagi #Peremajaan Sel #Intermittent fasting #Tubuh Saat Lapar