RADARBONANG.ID - Bagi ibu hamil, aktivitas berkendara, baik sebagai pengemudi maupun penumpang, sering menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Salah satu yang paling banyak dipertanyakan adalah soal penggunaan sabuk pengaman (shift belt): apakah aman digunakan, dan bagaimana agar tidak menekan area perut yang sensitif?
Dalam kondisi hamil, keselamatan dua nyawa sekaligus menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui cara memakai sabuk pengaman yang benar dan aman, guna menghindari risiko cedera, terutama jika terjadi pengereman mendadak atau benturan.
Baca Juga: Mas Lindra Dipastikan Pimpin Golkar Tuban Lagi, Melaju Tanpa Lawan di Musda ke-XI
Kenapa Sabuk Pengaman Penting untuk Ibu Hamil?
Berdasarkan pedoman keselamatan dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sabuk pengaman tetap menjadi alat perlindungan paling efektif saat berkendara, termasuk bagi ibu hamil.
Namun, cara pemakaiannya harus disesuaikan dengan perubahan bentuk tubuh selama kehamilan agar tidak membahayakan janin.
Tips Memakai Shift Belt yang Aman bagi Ibu Hamil
-
Gunakan Sabuk Tiga Titik
Pilih sabuk pengaman yang memiliki tiga titik pengait: di bahu, pinggang, dan dada. Hindari sabuk pinggang saja karena berisiko tinggi memberi tekanan langsung ke perut. -
Posisikan Sabuk di Bawah Perut
Sabuk bagian bawah harus diletakkan serendah mungkin di bawah perut, tepat di atas tulang pinggul. Jangan pernah menempatkan sabuk melintang di atas perut karena dapat menekan rahim saat terjadi benturan. -
Sabuk Bahu Menyilang Dada
Sabuk bagian bahu harus menyilang di antara payudara dan tidak menyentuh leher. Pastikan sabuk tidak longgar dan tidak berada di bawah lengan. -
Gunakan Alat Bantu Shift Belt Khusus Ibu Hamil
Kini tersedia pengaman sabuk tambahan khusus ibu hamil yang membantu memposisikan sabuk di tempat yang aman dan nyaman. Alat ini dapat mencegah sabuk naik ke atas perut. -
Posisi Duduk yang Tepat
Duduklah dalam posisi tegak dengan jarak aman dari setir (sekitar 25–30 cm). Bila mengemudi, naikkan posisi setir agar tidak mengarah langsung ke perut.
Utamakan Keselamatan, Jangan Abaikan Kenyamanan
Meski terasa tidak nyaman di awal, pemakaian shift belt yang benar justru akan memberi rasa aman saat berkendara.
Apalagi, pada trimester kedua dan ketiga, ukuran perut makin besar dan rentan terhadap tekanan.
Bila memungkinkan, ibu hamil sebaiknya didampingi dan menghindari berkendara sendiri jarak jauh
Namun, jika harus bepergian, pastikan shift belt dikenakan dengan benar untuk melindungi ibu dan bayi dari risiko yang tidak diinginkan.
Dengan pengetahuan dan persiapan yang tepat, ibu hamil tetap bisa aktif dan aman saat bepergian menggunakan kendaraan.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah