RADARBONANG.ID - Bagi banyak orang Indonesia, makanan pedas sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian.
Dari sambal terasi hingga rica-rica, sensasi “terbakar” di lidah justru membuat makan terasa lebih nikmat.
Tapi tahukah Anda bahwa di balik rasa pedas itu, terdapat sejumlah manfaat kesehatan yang mengejutkan?
Baca Juga: Belanja Tiap Hari Tapi Masih Bingung Mau Masak Apa? Ini Penyebab dan Solusinya
Penelitian dari berbagai lembaga kesehatan dunia menunjukkan bahwa capsaicin, senyawa aktif dalam cabai yang memberi sensasi pedas, memiliki efek positif bagi tubuh manusia.
Salah satu manfaat yang paling banyak dibahas adalah kemampuannya dalam membantu menurunkan berat badan.
Capsaicin diketahui dapat meningkatkan metabolisme tubuh, yaitu proses tubuh membakar kalori untuk energi.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Biological Chemistry menyebutkan bahwa konsumsi makanan mengandung capsaicin dapat meningkatkan pembakaran kalori hingga 8% lebih banyak dibandingkan makanan biasa.
Selain itu, capsaicin juga dapat menekan nafsu makan secara alami, membuat seseorang cenderung mengonsumsi lebih sedikit makanan.
Tak hanya soal berat badan, makanan pedas juga terbukti memiliki manfaat kardiovaskular. Menurut American Heart Association, konsumsi cabai secara rutin dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Hal ini disebabkan oleh efek anti-inflamasi dan antioksidan yang dimiliki capsaicin, yang membantu menjaga elastisitas pembuluh darah serta mengurangi penumpukan plak kolesterol.
Studi lain dari University of Vermont bahkan menyebutkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi makanan pedas memiliki tingkat mortalitas lebih rendah dibanding mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsinya.
Artinya, makan pedas dalam jumlah wajar dapat menjadi salah satu faktor pendukung umur panjang.
Namun demikian, penting untuk memperhatikan porsi dan toleransi tubuh masing-masing. Meskipun bermanfaat, konsumsi cabai secara berlebihan bisa menyebabkan iritasi lambung, gangguan pencernaan, atau bahkan diare, terutama pada orang dengan lambung sensitif.
Dokter gizi klinis, dr. Anisa Lestari, menyarankan agar makanan pedas tetap dikonsumsi dalam kadar yang moderat.
“Jika tubuh Anda cocok, makan pedas bisa menjadi tambahan yang sehat dalam pola makan harian. Tapi jangan abaikan sinyal tubuh jika merasa tidak nyaman,” ujarnya.
Kesimpulannya, makanan pedas tak hanya menggoda lidah, tetapi juga menyimpan banyak manfaat kesehatan.
Mulai dari membantu diet, menjaga jantung, hingga meningkatkan daya tahan tubuh, tak ada salahnya menambahkan sedikit cabai ke dalam menu harian Anda—asal tetap dalam batas aman.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah