RADARBONANG.ID – Ketika berbicara soal sayur sehat, nama bayam langsung terlintas di benak banyak orang.
Tapi dari sekian banyak jenisnya, dua yang paling sering ditemui di pasar tradisional maupun supermarket adalah bayam hijau dan bayam merah.
Keduanya memang terlihat mirip, hanya beda warna. Tapi soal kandungan gizi dan manfaat kesehatan, ternyata masing-masing punya keunggulan tersendiri.
Lantas, bayam mana yang lebih baik dikonsumsi, merah atau hijau? Mari kita bedah faktanya satu per satu.
Mengenal Dua Varietas Bayam yang Populer di Indonesia
Bayam hijau (Amaranthus viridis) adalah jenis yang paling sering dikonsumsi masyarakat.
Warnanya segar, batangnya lunak, dan sangat cocok untuk dibuat sayur bening atau ditumis.
Sedangkan bayam merah (Amaranthus tricolor) memiliki warna ungu kemerahan yang mencolok, bahkan air rebusannya bisa tampak seperti teh rosella.
Keduanya sama-sama mudah ditanam, cepat panen, dan dikenal kaya nutrisi.
Tapi, jangan terkecoh dengan warnanya. Di balik perbedaan visual itu, ada keunikan gizi yang perlu kamu tahu.
Kandungan Gizi: Siapa Lebih Unggul?
1. Bayam Hijau
- Kaya akan zat besi dan kalsium
- Mengandung vitamin A, C, dan K
- Tinggi serat dan rendah kalori
- Bagus untuk ibu hamil karena mengandung folat
2. Bayam Merah
- Mengandung antosianin, pigmen alami yang bersifat antioksidan
- Lebih tinggi vitamin C dibanding bayam hijau
- Kandungan proteinnya sedikit lebih tinggi
- Bisa membantu detoksifikasi tubuh secara alami
Jadi, jika kamu sedang ingin memperkuat imun dan mengurangi radikal bebas, bayam merah lebih unggul.
Tapi kalau butuh zat besi untuk mencegah anemia, bayam hijau bisa jadi pilihan utama.
Manfaat Kesehatan
Bayam Hijau
- Menurunkan tekanan darah
- Mencegah anemia
- Mendukung pertumbuhan janin
- Menyehatkan mata dan kulit
Bayam Merah
- Melawan radikal bebas
- Membantu detoksifikasi hati
- Menyehatkan pencernaan
- Meningkatkan kekebalan tubuh
Uniknya, keduanya juga sama-sama baik untuk menjaga berat badan karena rendah kalori tapi tinggi serat.
Bagi yang sedang diet, bayam bisa menjadi lauk sekaligus pengganti nasi dalam bentuk smoothie atau sup.
Mana yang Harus Dipilih?
Sebenarnya, tidak ada yang lebih baik secara mutlak.
Keduanya unggul di bidangnya masing-masing. Bayam hijau sangat cocok untuk kebutuhan zat besi, terutama bagi penderita anemia.
Sementara bayam merah bisa menjadi andalan bagi yang ingin melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan kulit.
Kalau kamu tipikal orang yang suka variasi dalam menu, menggabungkan keduanya secara bergantian bisa jadi pilihan paling ideal.
Hari ini bayam hijau untuk sayur bening, besok bayam merah untuk dibuat tumis atau campuran jus sayur.
Tubuh pun lebih seimbang mendapatkan nutrisi dari dua arah.
Tips Konsumsi Bayam agar Gizi Maksimal
- Sebaiknya jangan dipanaskan berulang kali karena kandungan nitrat bisa berubah menjadi zat berbahaya.
- Cuci bersih daun bayam sebelum dimasak, terutama jika dibeli dari pasar.
- Untuk bayam merah, konsumsi air rebusannya juga bisa memberi manfaat tambahan.
- Hindari konsumsi bayam bersamaan dengan susu atau makanan tinggi kalsium karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
Kesimpulannya, bayam merah dan bayam hijau, meski berbeda warna, sama-sama bermanfaat untuk kesehatan.
Tak perlu pilih salah satu, justru mengkombinasikannya dalam pola makan sehari-hari akan memberikan manfaat gizi yang lebih lengkap.
Jadi, jangan ragu masukkan keduanya ke dalam daftar belanja sayur mingguanmu. (*)
Editor : Amin Fauzie