Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengenal Hipersomnia: Tidur Banyak Malah Membahayakan Kesehatan

Muhammad Azlan Syah • Senin, 14 Juli 2025 | 18:10 WIB
Ilustrasi tidur
Ilustrasi tidur

RADARBONANG.ID - Saat orang lain mengejar waktu tidur, penderita hipersomnia justru terjebak tidur berkepanjangan atau kantuk ekstrem di siang hari—meski sudah cukup tidur di malam hari.

Kondisi ini bukan kelelahan biasa, melainkan gangguan tidur yang perlu mendapat perhatian medis.

Gejalanya meliputi rasa kantuk berat sepanjang hari, sulit bangun, tidur siang panjang tanpa merasa segar, kesulitan berkonsentrasi, sakit kepala, mudah marah bahkan halusinasi.

Tidur malam bisa berlangsung lebih dari 10 jam, namun mereka tetap merasa lelah dan malas.

Hipersomnia dibagi menjadi dua kategori: primer—dengan penyebab genetik atau neurologis, dan sekunder—karena kondisi medis seperti hipotiroidisme, apnea tidur, depresi, atau konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu.

Diagnosis dimulai dari catatan pola tidur (sleep diary), wawancara medis, dan pemeriksaan fisik.

Tes lanjutan seperti Epworth Sleepiness Scale, polisomnografi, dan Multiple Sleep Latency Test (MSLT) dilakukan untuk memastikan gangguan ini.

Pengobatan tergantung penyebab. Pendekatan umum mencakup:

Jika tidak diatasi, hipersomnia dapat menurunkan kualitas hidup, merusak hubungan sosial, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara karena kantuk mendadak.

Kesimpulannya, tidur berlebihan bukan solusi kesehatan—justru bisa jadi alarm gangguan serius.

Mengenali gejala dan mencari bantuan profesional sejak dini akan membantu penderita menjalani hidup lebih produktif dan aman.(*)

 

Editor : Muhammad Azlan Syah
#pengobatan hipersomnia #kantuk berlebihan #gejala hipersomnia #gangguan tidur