Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Waspada Leptospirosis di Musim Hujan: Gejala Awal dan Cara Pencegahannya

Muhammad Azlan Syah • Senin, 14 Juli 2025 | 14:10 WIB

Photo
Photo

RADARBONANG.ID - Musim hujan yang intens meningkatkan risiko penularan leptospirosis, penyakit akibat bakteri Leptospira yang tersebar melalui urin hewan, terutama tikus, dan air tercemar. Ini perlu diwaspadai masyarakat.

Gejala awal leptospirosis kerap mirip flu, yakni demam tinggi mendadak (≥ 38,5°C), sakit kepala, nyeri otot (terutama betis), mata merah, dan badan lemah.

Dalam beberapa hari, keluhan bisa berkembang menjadi kuning pada mata dan kulit, serta gangguan ginjal atau hati—tanda kondisi berat seperti sindrom Weil.

Baca Juga: Anak Tiba-Tiba Lapar Terus, Cepat Tinggi, dan Rewel? Bisa Jadi Ini Tanda Growth Spurt, Orang Tua Wajib Waspada!

Masa inkubasi penyakit ini biasanya berlangsung 7–10 hari, namun dapat berkisar antara 2–30 hari setelah terpapar.

Perubahan lingkungan saat musim hujan—genangan air, lumpur, sampah—membuka peluang bakteri berkembang biak. Oleh sebab itu, upaya pencegahan harus lebih masif.

Langkah pencegahannya ialah menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah kontak dengan air banjir atau lumpur.

Hindari berenang di perairan terbuka yang tak terjamin kebersihannya.

Gunakan pelindung diri saat bekerja di area rawan, seperti sepatu bot, sarung tangan, dan pelindung mata.

Pastikan lingkungan rumah bersih, bebas sampah, dan terlindung dari tikus—misalnya dengan memasang perangkap dan menyimpan makanan di tempat tertutup rapat.

Vaksinasi hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, juga dapat menurunkan risiko penularan.

Jika mengalami demam tinggi dan gejala seperti flu setelah terkena genangan air dalam dua minggu terakhir, segeralah periksa diri ke puskesmas atau rumah sakit.

Diagnosis biasanya melibatkan tes darah, urin, dan penegakkan klinis, kemudian diobati dengan antibiotik seperti doksisiklin atau penisilin.

Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti gagal ginjal, gagal hati, atau meningitis.

Selain itu, pemberian obat pereda gejala seperti parasetamol juga dianjurkan untuk meredakan demam dan nyeri.

Kesimpulannya, leptospirosis adalah ancaman nyata saat hujan deras melanda.

Deteksi dini dan perubahan pola hidup sehari-hari bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Jadi, tetap bersih, waspada, dan lindungi diri serta keluarga dari risiko penyakit musiman ini.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#musim hujan #bahaya leptospirosis #gejala leptospirosis #pencegahan leptospirosis