RADARBONANG.ID - Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, dalam kampanye gaya hidup sehat bertajuk “Bergerak dan Makan Seimbang”, Minggu pagi (7/7).
Kegiatan ini diinisiasi oleh beberapa komunitas kesehatan bersama Kementerian Kesehatan RI, dengan target utama kalangan muda dan keluarga muda.
Para peserta mengikuti beragam aktivitas seperti senam bersama, edukasi makanan sehat, demo masak rendah kalori, hingga konsultasi gizi gratis.
Kampanye ini bertujuan membangun kesadaran bahwa hidup sehat tak harus rumit, mahal, atau membosankan.
“Sering kali orang mengira hidup sehat itu ribet. Padahal cukup dimulai dari bergerak aktif minimal 30 menit sehari dan mengatur pola makan,” ujar dr. Nadia, salah satu narasumber acara.
Ia menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup kecil namun konsisten bisa memberi dampak besar dalam jangka panjang, termasuk mencegah risiko obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
Dalam sesi edukasi gizi, pengunjung diperkenalkan pada prinsip “Isi Piringku”, yaitu anjuran konsumsi makanan seimbang antara karbohidrat, protein, sayur, dan buah.
Makanan sehat juga bisa tetap nikmat. Hal itu dibuktikan lewat demo masak yang menyajikan resep-resep sederhana, seperti nasi merah dengan ayam kukus dan salad sayuran lokal.
Kegiatan ini turut menghadirkan influencer kesehatan dan lifestyle yang membagikan pengalaman mereka menerapkan pola hidup sehat di tengah kesibukan sehari-hari.
Menurut panitia, kampanye ini akan dilanjutkan ke berbagai ruang publik lain di Jakarta dan kota besar lainnya sepanjang tahun 2025.
“Tujuan kami adalah menjangkau sebanyak mungkin masyarakat dan menunjukkan bahwa hidup sehat itu inklusif dan menyenangkan,” ujar Fitri, salah satu koordinator lapangan.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, terutama dari kalangan keluarga muda yang ingin membiasakan pola makan sehat sejak dini kepada anak-anak mereka.
Acara juga menyediakan sudut bermain anak bertema “Taman Gizi” agar edukasi kesehatan terasa menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak.
Kampanye ini sejalan dengan program pemerintah dalam menekan prevalensi penyakit tidak menular yang kian meningkat di usia produktif.
Dengan pendekatan yang kreatif dan berbasis komunitas, kegiatan ini menjadi bukti bahwa upaya promosi kesehatan bisa dilakukan tanpa menggurui dan tetap menarik.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah