Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Imajinasi Anak Ternyata Kunci Tumbuh Kembang Otak dan Kecerdasan Emosional

Muhammad Azlan Syah • Kamis, 26 Juni 2025 | 14:05 WIB

Ilustrasi imajinasi
Ilustrasi imajinasi

RADARBONANG.ID - Imajinasi sering kali dianggap sebagai khayalan semata. Namun, berbagai penelitian membuktikan bahwa berimajinasi justru memainkan peran penting dalam perkembangan otak anak, terutama dalam membentuk kreativitas, empati, dan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini.

Anak-anak yang terbiasa bermain imajinatif—seperti bermain peran, menggambar makhluk fiktif, atau membuat cerita sendiri—diketahui memiliki aktivitas otak yang lebih dinamis pada bagian prefrontal cortex dan limbic system.

Baca Juga: Krisis Psikolog Klinis di Tuban! Konselor Relawan Jadi Garda Terdepan Jaga Kesehatan Mental Warga

Dua area ini berhubungan dengan fungsi kognitif, regulasi emosi, dan kemampuan sosial.

Dikutip dari halodoc.com, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi, Psikolog Anak dan Remaja, mengatakan, imajinasi bukan hanya penting, tapi juga krusial dalam proses tumbuh kembang.

"Berimajinasi memberi ruang bagi anak untuk memproses perasaan, menciptakan solusi, dan memahami dunia sekitarnya lewat cara yang menyenangkan dan aman. Ini adalah bagian dari perkembangan kognitif yang sehat," Jelasnya.

Imajinasi juga berfungsi sebagai dasar bagi anak untuk memecahkan masalah di kehidupan nyata.

Ketika anak berpura-pura menjadi dokter atau astronot, mereka sedang melatih otak untuk berpikir fleksibel dan membangun koneksi antaride.

Hal ini turut memperkuat struktur neurologis dan kemampuan berpikir logis di kemudian hari.

Namun, peran orang tua tidak kalah penting. Menyediakan waktu, ruang, dan bahan-bahan sederhana untuk bermain bebas sangat dianjurkan.

Orang tua juga sebaiknya tidak buru-buru mengoreksi atau membatasi ide-ide anak yang tampak "mengada-ada".

Di era digital seperti sekarang, penting pula membatasi konsumsi gadget pasif dan mengimbangi dengan kegiatan bermain imajinatif secara langsung, seperti membuat cerita bersama, bermain drama, atau membangun dunia dari balok.

Mendorong imajinasi anak bukan berarti membiarkan mereka hidup dalam dunia khayal, tapi justru membekali mereka dengan kemampuan adaptif, empatik, dan solutif—hal yang sangat dibutuhkan di masa depan.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#perkembangan otak anak #pentingnya imajinasi #manfaat imajinasi bagi anak