RADARBONANG.ID – Biji pala (Myristica fragrans) dikenal luas sebagai rempah-rempah dengan aroma khas yang kerap digunakan dalam dunia kuliner.
Namun di balik itu, pala ternyata menyimpan potensi luar biasa dari minyak esensial yang terkandung dalam bijinya.
Berdasarkan sejumlah penelitian, biji dan salut biji (arillus) pala mengandung berbagai senyawa penting yang berkhasiat untuk kesehatan dan pengobatan.
Kandungan Minyak Esensial Biji Pala
Menurut studi oleh Maya et al. (2004), minyak esensial yang diekstrak dari biji pala kaya akan senyawa aktif seperti Myristicin, Elemicin, Safrole, dan Sabinene.
Sementara itu, penelitian oleh Adams dan Muchtaridi mengidentifikasi bahwa dari 32 jenis minyak esensial yang ditemukan dalam biji pala, yang paling dominan antara lain Sabinene, Myristicin, 4-terpineol, dan α-pinene.
Biji pala sendiri terdiri atas 30-55% minyak dan 45-50% bahan padat seperti selulosa. Terdapat dua jenis minyak utama dalam biji pala:
- Minyak esensial (volatile oil): Berwarna bening dan memiliki aroma khas pala, dengan kandungan sekitar 5-15% dari total biji.
- Nutmeg butter (minyak tetap): Minyak berwarna kuning pucat dengan rasa dan aroma khas pala, dengan proporsi mencapai 24-40% dari biji.
Khasiat dan Manfaat Kesehatan Pala
Pala telah digunakan sejak lama oleh berbagai masyarakat di dunia, terutama untuk mengatasi gangguan pencernaan.
Di Indonesia, buah pala bahkan diolah menjadi asinan, manisan, hingga selai sebagai bagian dari tradisi kuliner lokal.
Dari segi pengobatan, senyawa fitokimia yang terkandung dalam minyak esensial pala terbukti memiliki banyak khasiat, antara lain:
- Antikanker
- Antioksidan alami
- Hepatoprotektif (melindungi fungsi hati)
- Antiinflamasi
- Antitrombotik (mencegah pembekuan darah)
Pemanfaatan Tradisional dan Kesehatan
Dalam pengobatan tradisional, pala dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kesehatan, seperti:
- Mengatasi masuk angin
- Mengobati insomnia
- Meningkatkan nafsu makan
- Menjaga kesehatan mulut
- Melancarkan sistem pencernaan
- Meredakan asam lambung dan muntah
- Melancarkan peredaran darah
- Menstabilkan tekanan darah
Beberapa studi juga menyebutkan bahwa pala memiliki potensi untuk membantu mengobati anemia dan mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.
Selain itu, pala juga kerap digunakan dalam produk perawatan kulit karena kemampuannya melawan infeksi kulit dan menjaga kelembapan.
Dari sisi farmakologi, Latha et al. (2005) mengungkapkan bahwa minyak esensial pala memiliki aktivitas antimikroba yang kuat, terutama terhadap beberapa bakteri dan mikroorganisme patogen, seperti Bacillus anthracis, B. mycoides, B. pumilus, B. subtilis, Escherichia coli, Saccharomyces, cerevisiae, Shigella spp, dan Bakteri patogen Staphylococcus.
Minyak esensial dari biji pala bukan hanya sekadar penambah aroma dan rasa dalam makanan.
Kandungan senyawa aktifnya menjadikan pala sebagai rempah multifungsi yang potensial untuk dunia kesehatan, pengobatan, dan kosmetik.
Beragam manfaat yang telah terbukti baik secara tradisional maupun ilmiah ini memberikan peluang besar untuk meningkatkan nilai komersial pala di masa mendatang.
Dengan pengolahan yang tepat dan dukungan riset lanjutan, biji pala dan minyak esensialnya dapat menjadi komoditas unggulan Indonesia yang tak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga berkontribusi bagi kesehatan masyarakat. (*)
Editor : Amin Fauzie