RADARBONANG.ID – Kayu manis atau Cinnamon bukan hanya dikenal sebagai rempah dengan aroma khas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi dan manfaat kesehatan luar biasa.
Tak heran jika tanaman ini banyak dibudidayakan di kebun pekarangan warga, terutama di wilayah perdesaan.
Bahkan di perkotaan, kayu manis mulai dimanfaatkan sebagai tanaman hias taman karena keindahan daun dan posturnya yang eksotik.
Asal Usul dan Jenis Kayu Manis
Kayu manis merupakan anggota dari genus Cinnamomum yang terdiri dari sekitar 250 spesies.
Beberapa spesies utama yang memiliki nilai ekonomi tinggi antara lain: Cinnamomum burmanii, Cinnamomum zeylanicum, dan Cinnamomum cassia.
Tanaman ini diduga berasal dari Sri Lanka dan India bagian tenggara, dan memiliki kerabat dekat bernama Cassia yang berasal dari daratan Cina.
Kayu manis tumbuh subur di daerah tropis dan dapat mencapai tinggi hingga 15 meter.
Tanaman kayu manis memiliki batang berwarna coklat kemerahan yang bertekstur licin dan mengeluarkan aroma khas.
Daunnya tunggal, kaku, dan berwarna merah saat muda, berubah menjadi hijau ketika tua.
Tiga tulang daun yang melengkung menjadi ciri khas yang mudah dikenali.
Daunnya yang kaya akan kelenjar aromatik membuat kayu manis menarik dijadikan elemen taman.
Bunga kayu manis kecil, berwarna kuning, dan termasuk bunga sempurna dengan 6 kelopak dan 12 benang sari.
Kayu manis kaya akan minyak esensial dan antioksidan. Nilai ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) kayu manis bahkan mencapai 267.536 trolex equivalents (TE), menjadikannya salah satu rempah dengan kekuatan antioksidan tertinggi di dunia.
Komponen kimia aktif utama dalam kayu manis meliputi Cinnamaldehyde, Ethyl cinnamate, Linalool, Beta-caryophyllene, Methyl chavicol, Eugenol, dan Flavonoid fenolik: seperti carotenes, zeaxanthin, lutein, dan cryptoxanthin.
Khasiat Kayu Manis untuk Kesehatan
Kayu manis telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional berbagai bangsa, termasuk di Indonesia dan India.
Di wilayah Tamil Nadu, India, spesies seperti C. walaiwarense dan C. trivancoricum digunakan untuk menyembuhkan masalah pencernaan, demam, cacingan, dan gangguan menstruasi.
Secara ilmiah, kayu manis memiliki fungsi farmakologis sebagai:
- Antimikroba dan antiinflamatori
- Obat batuk, sariawan, eksim
- Penghangat tubuh dan peluruh angin
- Pengobatan asam urat dan hernia
- Mengontrol gula darah dan menurunkan kolesterol
- Meningkatkan fungsi otak dan mencegah penyakit neurodegeneratif
Senyawa eugenol dalam kayu manis berfungsi sebagai antiseptik alami dan pembius lokal, terutama dalam dunia kedokteran gigi.
Eugenol juga dikenal memiliki efek menenangkan secara psikologis, menjadikan kayu manis cocok digunakan dalam aromaterapi dan pengobatan herbal.
Peran Kayu Manis dalam Diet dan Sistem Pencernaan
Kayu manis berfungsi meningkatkan motilitas saluran pencernaan dan membantu sekresi enzim gastro-intestinal, sehingga baik untuk sistem pencernaan.
Dalam program diet, kayu manis berkontribusi dalam:
- Mengontrol kadar gula darah
- Menurunkan kolesterol
- Menstabilkan sistem metabolisme tubuh
Cara Pengolahan Kayu Manis untuk Minuman Sehat
Penggunaan kayu manis dalam minuman sangat mudah.
Cukup direbus dengan air mendidih untuk menghasilkan wedang kayu manis.
Kayu manis juga sering dipadukan dalam teh rosella, secang, sinom, dan berbagai kreasi minuman herbal lainnya yang menyehatkan dan menghangatkan tubuh. (*)
Editor : Amin Fauzie