RADARBONANG.ID - Siapa sangka, menonton konser musik tak hanya membuat hati senang, tetapi juga bisa memberikan manfaat kesehatan fisik.
Aktivitas seperti melompat, menari, atau sekadar bergoyang mengikuti irama musik ternyata bisa memberikan efek aerobik ringan yang baik untuk kesehatan jantung.
Dalam sebuah konser, tanpa disadari tubuh terlibat aktif. Penonton yang berjingkrak mengikuti beat atau berdiri selama berjam-jam berkontribusi pada peningkatan detak jantung dan sirkulasi darah—mirip dengan olahraga intensitas ringan hingga sedang.
Studi yang dilakukan oleh O2 Research Group di Inggris bahkan menyebut bahwa menghadiri konser secara rutin dapat meningkatkan rasa bahagia sebesar 21% dan memperpanjang usia hingga 9 tahun jika dikombinasikan dengan aktivitas fisik teratur.
Hal ini karena kombinasi antara musik favorit, interaksi sosial, dan gerakan aktif secara simultan memberi efek holistik pada tubuh dan pikiran.
Di Indonesia sendiri, konser-konser musik kini semakin digandrungi lintas generasi, dari festival musik indie hingga pertunjukan orkestra.
Bagi sebagian besar penonton, momen konser adalah saat tubuh bebas bergerak tanpa tekanan, membuat aktivitas ini menjadi semacam "olahraga menyenangkan" yang tak terasa melelahkan.
Meski begitu, para ahli tetap menyarankan agar tidak berlebihan. Penting untuk menjaga hidrasi, menggunakan alas kaki yang nyaman, dan tetap sadar akan kapasitas tubuh masing-masing, terutama pada konser yang berlangsung dalam waktu lama atau dalam kondisi outdoor yang padat.
Menonton konser bukan hanya tentang bersenang-senang. Gerakan tubuh yang menyertainya dapat menjadi bentuk aktivitas fisik ringan yang berdampak baik pada kesehatan jantung dan mental.
Maka, tidak ada salahnya menjadikan konser sebagai bagian dari gaya hidup sehat, selama dilakukan secara bijak. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah