RADARBONANG.ID – Gaya hidup serba instan, pola makan tak sehat, hingga minimnya aktivitas fisik membuat angka penyakit kronis di Indonesia terus melonjak setiap tahun.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, lima penyakit berikut ini menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian masyarakat Indonesia.
Yang mengejutkan, beberapa penyakit di antaranya justru masih dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal dampaknya bisa sangat fatal jika tidak segera ditangani.
Berikut daftar 5 penyakit paling banyak diderita masyarakat Indonesia lengkap dengan deskripsi, penyebab, dan potensi bahayanya.
1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah dalam arteri meningkat di atas normal, yakni lebih dari 140/90 mmHg.
Penyakit ini sering dijuluki sebagai “silent killer” karena tidak menunjukkan gejala, namun bisa menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung.
Faktor risikonya antara lain karena konsumsi garam berlebihan, stres kronis, kurang olahraga, dan obesitas.
Diperkirakan 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia menderita hipertensi.
Sayangnya, banyak yang tidak menyadarinya hingga terjadi komplikasi.
2. Diabetes Melitus Tipe 2
Penyakit ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi karena tubuh tidak efektif menggunakan insulin.
Bila tidak terkontrol, diabetes bisa merusak organ vital seperti ginjal, mata, jantung, dan pembuluh darah.
Faktor risikonya antara lain karena gaya hidup tidak aktif, diet tinggi gula dan karbohidrat, dan riwayat keluarga.
Menurut data IDAI dan WHO, lebih dari 19 juta orang Indonesia menderita diabetes, dan jumlahnya terus meningkat setiap tahun.
3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas (hidung, tenggorokan) hingga bawah (paru-paru).
Gejala umumnya batuk, pilek, demam, hingga sesak napas.
Faktor risikonya antara lain disebabkan oleh polusi udara tinggi, perubahan cuaca ekstrem, dan imunitas tubuh rendah.
ISPA masih menjadi salah satu penyebab utama kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan, terutama pada anak-anak dan lansia.
4. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit ini terjadi saat pembuluh darah koroner menyempit atau tersumbat, mengurangi pasokan darah ke jantung.
Akibatnya, penderita bisa mengalami nyeri dada (angina) atau serangan jantung.
Faktor risikonya antara lain disebabkan karena merokok, hipertensi dan kolesterol tinggi, stres berkepanjangan.
Berdasarkan data Riskesdas, jantung koroner menyumbang lebih dari 17% kematian di Indonesia setiap tahun.
Ini menjadi penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan Indonesia.
5. Stroke
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, menyebabkan sel otak rusak.
Dampaknya bisa berupa kelumpuhan, gangguan bicara, hingga kematian.
Faktor risikonya disebabkan karena hipertensi tidak terkontrol, kolesterol tinggi, dan juga gaya hidup pasif.
Menurut data Kemenkes, lebih dari 2 juta orang Indonesia pernah mengalami stroke, dan sebagian besar disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terdeteksi sejak dini.
Meski mematikan, kelima penyakit ini bisa dicegah dan dikendalikan jika masyarakat sadar akan pentingnya gaya hidup sehat, skrining dini, serta pengobatan tepat waktu.
Pemerintah juga mendorong edukasi kesehatan melalui program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). (*)
Editor : Amin Fauzie