RADARBONANG.ID - Momen Idul Adha sering kali identik dengan konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak seperti ketupat, olahan daging kambing, dan aneka camilan manis.
Untuk menyeimbangkan asupan tersebut, racikan jamu pahitan bisa menjadi solusi alami yang aman, murah, dan bisa dibuat sendiri di rumah.
Jamu pahitan merupakan minuman herbal tradisional berbahan dasar rempah berasa pahit, seperti brotowali dan sambiloto, yang dikenal luas memiliki khasiat untuk menurunkan kadar gula darah, menstabilkan metabolisme, dan menjaga fungsi hati serta sistem pencernaan.
Simak, berikut ini cara membuat jamu pahitan dan cara mengonsumsinya dengan tepat, dirangkum Radar Bonang dari berbagai artikel herbal.
Cara Meracik Jamu Pahitan Sendiri di Rumah
Membuat jamu pahitan sendiri sangatlah mudah. Berikut ini resep sederhana yang bisa Anda coba:
Bahan:
- 1 ruas brotowali segar atau kering, potong kecil
- 5–7 lembar daun sambiloto segar atau kering
- 500 ml air
Cara Membuat:
- Rebus semua bahan dalam 500 ml air hingga mendidih dan air menyusut menjadi sekitar 300 ml.
- Saring air rebusan dan diamkan beberapa menit hingga hangat.
- Minum selagi hangat, sebaiknya tanpa gula agar khasiatnya maksimal.
Waktu dan Cara Konsumsi yang Tepat
Jamu pahitan bisa diminum 1 hingga 2 kali per hari, terutama setelah menyantap makanan tinggi karbohidrat seperti ketupat atau camilan manis. Minum dalam keadaan hangat lebih disarankan agar lebih mudah diserap tubuh.
Untuk hasil jangka panjang, jamu ini bisa dikombinasikan dengan varian jamu lain seperti:
- Beras kencur: Menambah energi dan menyegarkan tubuh
- Kunyit asam: Mencegah penuaan dini dan menjaga kesehatan jantung
- Bunga telang atau kamomil: Meredakan stres dan menurunkan tekanan darah
Tambahan Penyeimbang: Jambu Biji
Agar hasil lebih optimal, buah jambu biji sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi bersama jamu pahitan. Jambu biji dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, melancarkan pencernaan, hingga meningkatkan trombosit dalam kasus penyakit seperti DBD.
Rebusan daun jambu biji juga bermanfaat sebagai anti mikroba dan mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Tips Aman Konsumsi Jamu
Pilih bahan-bahan jamu yang masih segar dan alami, hindari penggunaan jamu dalam bentuk ekstrak berkonsentrasi tinggi dari suplemen yang belum jelas keamanannya. Racikan sendiri di rumah lebih aman, terkontrol, dan bebas dari bahan tambahan buatan.
Itulah jamu pahitan racikan sendiri di rumah yang sangat tepat dikonsumsi selama perayaan Idul Adha untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh setelah menyantap makanan berat dan manis.
Khasiat dari brotowali dan sambiloto terbukti membantu menstabilkan gula darah, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan pencernaan. (*)
Editor : Amin Fauzie