RADARBONANG.ID - Mengetahui kebutuhan tidur anak berdasarkan usianya sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.
Dan kebutuhan tidur anak memang berbeda-beda tergantung tahapan usia mereka.
Artikel ini mengulas durasi tidur yang ideal untuk bayi hingga anak usia sekolah, serta pentingnya tidur malam dan siang dalam mendukung pertumbuhan anak yang dirangkum Radar Bonang dari berbagai sumber.
Durasi Tidur Ideal Bayi Baru Lahir (Newborn)
Bayi baru lahir (0–1 bulan) membutuhkan waktu tidur cukup panjang, yaitu sekitar 16–20 jam per hari.
Durasi tidur ini biasanya terbagi dalam beberapa sesi sepanjang hari dan malam.
Pada usia ini, bayi sebagian besar masih berada pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yang penting untuk perkembangan otak.
Tidur REM cenderung lebih dominan hingga bayi berusia sekitar 3 bulan.
Pola Tidur Anak Berdasarkan Usia
Seiring bertambahnya usia, fase non-REM (non-Rapid Eye Movement) mulai meningkat, memberikan manfaat lebih besar pada proses pemulihan dan pertumbuhan fisik.
Berikut ini panduan durasi tidur anak berdasarkan usia:
- Newborn (0–3 bulan): 16–20 jam per hari
- Bayi 3–12 bulan: 12–16 jam per hari (termasuk tidur siang)
- Balita 1–2 tahun: 11–14 jam per hari
- Anak usia 3–5 tahun: 10–13 jam per hari
- Anak usia 6–11 tahun: 10–11 jam per hari
- Remaja 12 tahun ke atas: 8–9 jam per hari
Perbedaan Fungsi Tidur Malam dan Tidur Siang
Tidur malam dan tidur siang memiliki fungsi yang berbeda dalam mendukung kesehatan anak:
Tidur malam berperan penting dalam:
- Regenerasi sel memori dan sel tubuh
- Penguatan sistem imun
- Pengaturan metabolisme
- Fungsi kognitif dan emosional
- Produksi hormon pertumbuhan, yang terjadi saat fase tidur dalam (deep sleep)
Tidur siang bermanfaat untuk:
- Mengembalikan energi setelah aktivitas
- Membantu memenuhi total kebutuhan tidur harian anak, terutama jika tidur malam kurang optimal
- Jika anak usia 6–11 tahun tidak mendapatkan tidur malam yang cukup, tidur siang bisa membantu menyeimbangkan kebutuhan tidurnya.
Saat anak menginjak usia remaja (di atas 12 tahun), kebutuhan tidur memang semakin berkurang.
Namun, menekankan bahwa remaja tetap membutuhkan waktu tidur ideal sekitar 9 jam per hari untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental.
Ketika anak mengalami sakit, gangguan tidur memang bisa terjadi. Namun, gangguan tidur sementara tidak selalu berdampak negatif pada pertumbuhan, selama tidak terjadi secara terus-menerus.
Faktor lain seperti nutrisi yang cukup, pengobatan tepat, serta lingkungan yang mendukung juga turut menentukan proses tumbuh kembang anak.
Durasi dan kualitas tidur sangat penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, dan kesehatan anak secara menyeluruh.
Orang tua perlu memastikan bahwa anak mendapatkan waktu tidur yang sesuai dengan usianya serta menjaga pola tidur yang konsisten, baik siang maupun malam.
Jika anak sering mengalami gangguan tidur atau sulit tidur saat malam, konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)
Editor : Amin Fauzie