RADARBONANG.ID - Orang Indonesia seringkali tahan sakit. Termasuk ketika gigi mulai terasa ngilu, banyak yang memilih bertahan daripada segera mencari solusi.
Padahal, hipersensitif gigi bukanlah hal yang normal dan sebaiknya tidak dianggap sepele.
Salah satu alasan banyak orang membiarkan rasa ngilu ini adalah karena menganggap perawatan gigi mahal.
Akibatnya, mereka lebih memilih menahan sakit, bahkan menghindari makanan tertentu atau mengubah cara makan demi mengurangi rasa ngilu.
Tapi hati-hati, membiarkan hipersensitif gigi bisa memperparah kondisi hingga berujung pada kerusakan yang lebih serius.
Dikutip dari beberapa artikel kesehatan, gigi yang ngilu terus-menerus bisa jadi tanda adanya retakan kecil (crack) yang mengenai saraf gigi.
Retakan ini mungkin tidak terlihat, tapi rasa sakitnya bisa luar biasa.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa semakin parah dan memerlukan perawatan yang lebih kompleks.
Lalu, apa penyebab gigi ngilu?
Hipersensitif gigi terjadi ketika lapisan dentin terbuka akibat berbagai faktor, seperti menyikat gigi terlalu keras, gigi berlubang, atau kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman asam.
Bagaimana cara mengatasinya?
Jika masih ringan, gunakan pasta gigi khusus hipersensitif untuk membantu menutup tubulus dentin, sehingga rasa ngilu berkurang.
Tapi kalau sakitnya makin parah, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Jangan abaikan gigi ngilu! Segera atasi sebelum masalahnya semakin besar. (*)
Editor : Amin Fauzie