RADARBONANG.ID - Gendang telinga yang berlubang bisa menjadi masalah serius karena dapat mengganggu pendengaran.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari cedera hingga infeksi, dan dalam beberapa kasus memerlukan tindakan medis untuk mengatasinya.
Kenali penyebab lubang pada gendang telinga sekaligus cara penanganannya yang Radar Bonang rangkum dari beberapa artikel THT.
Penyebab Lubang pada Gendang Telinga
Lubang pada gendang telinga bisa terjadi karena dua penyebab utama:
1. Trauma atau Cedera
Jika lubang disebabkan oleh benturan keras, tusukan benda asing, atau ledakan suara yang kuat, kondisi ini disebut perforasi akibat trauma.
2. Infeksi Telinga Kronis (OMSK)
Infeksi telinga tengah yang berlangsung lama, atau dikenal sebagai Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK), dapat menyebabkan gendang telinga berlubang.
OMSK sering kali ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga (biasa disebut "congek" oleh masyarakat awam).
Pada kasus OMSK, cairan yang menumpuk di rongga telinga tengah mencari jalan keluar, sehingga menyebabkan robekan pada gendang telinga yang tidak dapat menutup secara spontan.
Kondisi ini bisa berlangsung lama dan berisiko menimbulkan gangguan pendengaran, termasuk suara dengung yang mengganggu.
Dampak dan Gejala Gendang Telinga Berlubang
Gendang telinga yang berlubang bisa menyebabkan berbagai keluhan, antara lain:
- Gangguan pendengaran, mulai dari ringan hingga berat
- Sensasi berdenging atau berdengung di telinga (tinnitus)
- Keluarnya cairan dari telinga (otore)
- Rasa tidak nyaman atau nyeri pada telinga
Jika lubang pada gendang telinga sudah berlangsung lama, kecil kemungkinan bisa sembuh dengan sendirinya dan mungkin memerlukan tindakan medis seperti operasi.
Penanganan dan Pengobatan
Untuk menangani gendang telinga yang berlubang, langkah pertama yang disarankan adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis THT.
Jika lubang tidak bisa menutup sendiri, pasien mungkin disarankan menjalani operasi penambalan gendang telinga.
Operasi Penambalan Gendang Telinga
Operasi ini dilakukan dengan menambal bagian gendang telinga yang berlubang menggunakan material alami dari tubuh pasien, seperti:
- Selaput tulang rawan
- Selaput otot
Tindakan ini memiliki risiko minimal dan dilakukan dengan dua pendekatan:
- Melalui liang telinga – Tidak meninggalkan bekas luka karena dilakukan langsung dari dalam telinga.
- Melalui sayatan di belakang daun telinga – Digunakan untuk kasus yang lebih kompleks, seperti gangguan pendengaran berat atau infeksi yang lebih serius.
Perawatan Pascaoperasi
Setelah menjalani operasi, pasien disarankan untuk:
- Menghindari kontak dengan air agar area operasi tetap steril.
- Tidak mengangkat beban berat, karena tekanan dalam telinga dapat menggeser tambalan.
- Menunda perjalanan dengan pesawat atau aktivitas berenang hingga 3-4 minggu, atau sampai dokter memberikan izin.
Operasi ini umumnya memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, dengan indikator utama berupa liang telinga yang kering dan perbaikan fungsi pendengaran.
Demikian ulasan penyebab gendang telinga berlubang dan cara penanganannya.
Pungkasnya, jika mengalami gangguan pada telinga, seperti berdenging, nyeri, atau keluar cairan, segera periksakan diri ke dokter spesialis THT.
Deteksi dan penanganan dini dapat mencegah infeksi semakin parah dan menghindari gangguan pendengaran yang lebih serius. (*)