Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Wajib Tahu! Ini Risiko Anak Puasa Tanpa Sahur Selain Kehilangan Energi

Amin Fauzie • Kamis, 6 Maret 2025 | 22:25 WIB
Risiko anak puasa tanpa sahur, salah satunya dapat menurunkan konsentrasi dan kinerja akademik. Foto adalah ilustrasi.
Risiko anak puasa tanpa sahur, salah satunya dapat menurunkan konsentrasi dan kinerja akademik. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID - Makan sahur sering kali terlewat karena berbagai alasan, entah karena malas bangun atau alasan lainnya.

Namun, tahukah Anda bahwa sahur itu sangat penting, terutama bagi anak-anak?

Selain kehilangan energi, ada beberapa risiko lain yang bisa dialami anak jika berpuasa tanpa sahur.

Berikut penjelasannya yang dirangkum Radar Bonang dari berbagai sumber terpercaya.

Melewatkan sahur saat berpuasa bisa berdampak serius pada kesehatan anak, salah satunya adalah risiko hipoglikemia.

Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah turun drastis, yang dapat menyebabkan pusing, gemetar, lemas, bahkan hingga pingsan.

Tak hanya itu, tidak sahur juga bisa memengaruhi daya ingat anak.

Berbagai studi menunjukkan bahwa kurangnya asupan makanan di pagi hari dapat menurunkan konsentrasi dan kinerja akademik, yang tentunya berdampak pada proses belajar mereka.

Dehidrasi juga menjadi risiko lain bagi anak yang melewatkan sahur.

Tanpa asupan cairan di pagi hari, anak lebih rentan mengalami sakit kepala, mulut kering, serta kesulitan berkonsentrasi. Bahkan, perubahan suasana hati—seperti mudah marah atau gelisah—bisa terjadi akibat kurangnya energi yang dibutuhkan untuk mengontrol emosi.

Selain itu, anak yang tidak sahur berisiko mengalami gangguan pencernaan.

Kurangnya asupan serat dapat menyebabkan sembelit, gastritis, atau bahkan naiknya asam lambung (GERD), terutama bagi anak yang memiliki riwayat maag.

Tak hanya berdampak pada energi, tubuh yang kekurangan asupan saat sahur akan mulai menggunakan cadangan lemak dan protein otot sebagai sumber tenaga.

Hal ini bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh serta melemahkan kekuatan otot.

Akibatnya, produksi sel imun yang berperan dalam melawan virus dan bakteri ikut terganggu, membuat anak lebih rentan terhadap infeksi seperti flu dan batuk.

Oleh karena itu, pastikan anak tetap sahur agar tubuhnya mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup untuk menjalani puasa dengan sehat dan optimal. (*)

Editor : Amin Fauzie
#kesehatan #anak-anak #puasa tanpa sahur #berpuasa #risiko