RADARTUBAN – Sering sakit saat musim hujan sering kali mengganggu aktivitas. Musim hujan membuat kebanyakan orang mengalami gejala meriang, batuk, pilek, panas, kedinginan, dan lain sebagainya.
Cuaca yang lembab karena hujan mendukung pertumbuhan virus dan bakteri sehingga meningkatkan frekuensi penyakit.
Penyebaran kuman melalui udara lebih mudah terjadi, dan penyakit yang ditularkan oleh hewan, seperti nyamuk, juga lebih mudah berkembang biak.
Selain itu, berkurangnya paparan sinar matahari selama musim hujan mengurangi asupan vitamin D, yang penting untuk mendukung daya tahan tubuh.
Tetap tenang di gempuran hujan yang turun tiap hari, berikut 13 rempah yang baik untuk kesehatan tubuh di cuaca dingin:
1. Jahe
Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman dari keluarga Zingiberaceae. Brigite Mars, ahli herbal dari Naropa University, menyatakan bahwa jahe memiliki sifat antioksidan dan antiseptik alami.
Jahe juga dapat meningkatkan sirkulasi darah, menghangatkan tubuh, meredakan demam dan flu, serta melemaskan otot. Untuk berendam dengan air jahe, rebus 8 ons jahe dalam 1,5 liter air selama 2 menit, lalu gunakan air rebusan sebagai campuran untuk berendam.
2. Lada Hitam
Lada hitam memiliki antibakteri dan antiviral yang membantu tubuh melawan infeksi, terutama saat musim hujan dan flu-batuk sering muncul. Lada hitam juga efektif meredakan hidung tersumbat dan mempermudah pernapasan.
Lada hitam bisa ditambahkan ke masakan seperti soto, sup, atau teh lada hitam untuk meredakan batuk dan pilek.
3. Kunyit
Kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Kunyit dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meredakan batuk, mengurangi peradangan, dan mendukung kesehatan pencernaan.
Kunyit bisa digunakan untuk membuat kunir asem, ditambahkan ke dalam sup, atau digunakan dalam masakan kari atau gulai.
4. Kayu Manis
Kayu Manis (Cinnamomum verum) memiliki antimikroba, antijamur, dan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan tubuh, terutama di musim hujan. Selain itu, kayu manis juga meningkatkan metabolisme tubuh, menghangatkan badan, dan meredakan batuk serta flu.
Kayu manis bisa ditambahkan ke dalam teh hangat, wedang jahe, atau digunakan dalam masakan seperti gulai atau kari.
5. Bawang Putih
Bawang Putih (Allium sativum) mengandung allicin yang memiliki sifat antimikroba, antivirus, dan antiinflamasi. Bawang putih membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah infeksi, terutama saat musim hujan.
Bawang putih dapat ditambahkan ke dalam masakan seperti sup, soto, atau digunakan sebagai minyak bawang putih untuk meredakan masalah pernapasan.
6. Ketumbar
Ketumbar sering disalahartikan sebagai lada karena bentuknya yang mirip, tapi ketumbar lebih kecil dan berwarna lebih cerah. Meskipun kecil, ketumbar dapat membantu menghangatkan tubuh. Biasanya, ketumbar digunakan sebagai bumbu dalam masakan Indonesia atau pada gorengan seperti tempe dan tahu goreng.
7. Kencur
Kencur (Kaempferia galanga) memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti mencegah kanker, menurunkan tekanan darah, membasmi bakteri penyebab penyakit, meredakan nyeri dan peradangan, menangkal radikal bebas, serta mengurangi stres.
8. Rosemary
Baik dalam bentuk kering maupun segar, rosemary sering digunakan sebagai rempah dalam masakan, terutama kuliner Barat. Menurut Times of India, rosemary terbukti efektif melawan gejala alergi, meredakan asma, serta mengandung komponen antiinflamasi dan antioksidan.
9. Daun Mint (Mentha)
Daun mint efektif meredakan hidung tersumbat, mengurangi mual, dan menenangkan tenggorokan. Selain itu, mint memiliki sifat antimikroba dan membantu meningkatkan pencernaan.
Daun mint bisa digunakan dalam teh mint hangat, dicampur dengan air hangat untuk minuman segar, atau digunakan sebagai hiasan pada sup dan makanan berkuah lainnya.
10. Serai (Cymbopogon citratus)
Serai memiliki antibakteri, antiinflamasi, dan detoksifikasi, yang bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh, meredakan peradangan, serta mengatasi gangguan pencernaan.
Serai dapat dijadikan bahan teh serai hangat atau dimasukkan ke dalam masakan berkuah seperti soto, gulai, atau sup.
11. Cengkeh (Syzygium aromaticum)
Cengkeh memiliki antibakteri dan antivirus, membantu melawan infeksi, meredakan batuk, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama di musim hujan.
Cengkeh bisa digunakan dalam teh cengkeh hangat atau dicampurkan dalam masakan dan minuman rempah seperti wedang jahe atau kari.
12. Asam Jawa
Asam jawa bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan, membantu pencernaan, dan memiliki sifat detoksifikasi yang membantu tubuh membersihkan racun yang menumpuk selama musim hujan.
Asam jawa sering digunakan dalam sambal, gulai, sayur asem, atau dibuat menjadi air asam jawa sebagai minuman segar.
13. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
Temulawak mengandung kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Temulawak bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan energi, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Temulawak bisa digunakan dalam jamu temulawak atau sebagai bumbu dalam masakan berkuah seperti gulai dan soto.
Tetap jaga kessehatan tubuh dengan rutin mengonsumsi rempah-rempah di atas. (*)