TUBAN-Sindrom pramenstruasi (PMS) sering dialami wanita sebelum menstruasi.
Gejala pramenstruasi setiap wanita berbeda, mulai yang ringan sampai parah.
Pramenstruasi umumnya tidak berbahaya.
Hanya beberapa wanita yang membutuhkan bantuan medis untuk mengurangi rasa nyeri berlebih pada pramenstruasi.
Mengutip dari halodoc.com, kondisi khusus pramenstruasi ditandai dengan depresi, sindrom kelelahan kronis, iritasi usus besar yang menyebabkan kram, dan sindrom nyeri kandung kemih.
Pramenstruasi juga memperburuk kondisi kesehatan, seperti asma, alergi, dan migrain.
Melansir dari halodoc.com, berikut beberapa hal yang memicu sindrom pramenstruasi:
1. Kondisi kesehatan mental
Orang yang menderita masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan dapat mengalami gejala pramenstruasi yang lebih parah.
2. Perubahan kimia dalam otak
Salah satu fungsi dari neurotransmitter serotonin dan norepinefrin adalah membantu mengatur suasana hati, perilaku, dan juga emosi.
Pembawa pesan kimiawi tersebut dapat memicu gejala pramenstruasi, seperti penurunan hormon estrogen dan menyebabkan pelepasan norepinefrin, sehingga mengakibatkan penurunan dopamin, serotonin, dan asetilkolin.
Perubahan tersebut akan menyebabkan perubahan suasana hati dan masalah tidur.
3. Perubahan hormon
Pramenstruasi dapat terjadi sebagai respons perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron.
Kedua hormon tersebut berfluktuasi dan menyebabkan perubahan emosi, seperti mudah tersinggung dan cemas.
Gejala PMS
Gejala pramenstruasi meliputi fisik, mental, dan beberapa gejala yang harus diwaspadai seperti:
1. Gejala fisik
Gejala fisik pramenstruasi dapat berupa, kram perut, sakit kepala, sembelit, lemas, jerawat, kembung, mudah lelah, payudara membengkak, dan rasa ingin terus tidur.
2. Gejala mental
Gejala mental ini dapat berupa cemas, mudah tersinggung, marah tanpa sebab, gairah seksual yang dapat menurun atau meningkat, perubahan suasana hati, tidak bersemangat, sulit mengendalikan emosi, sedih tanpa sebab, dan merasa sendirian.
Gejala PMS yang harus diwaspadai
Meskipun pramenstruasi sudah umum terjadi, namun ada beberapa gejala yang harus diwaspadai.
Gejala ini menunjukkan kondisi abnormal yang perlu untuk diperiksa lebih lanjut, seperti kram perut hebat, sakit kepala yang intens, dan susah tidur atau tidur terus menerus.
Gejala berikutnya, depresi, mudah marah hingga mengganggu aktivitas, ingin mengakhiri hidup, nyeri sendi atau otot yang tidak biasa, serta perilaku ingin makan berlebihan.
Gejala dan keluhan akibat pramenstruasi yang ringan dapat diatasi dengan beberapa cara sederhana di rumah, seperti mengonsumsi karbohidrat kompleks dan kalsium untuk membantu menekan nafsu makan.
Penanganan selanjutnya, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol karena dapat memperparah keluhan, berhenti merokok, olahraga rutin, dan mencukupi waktu istirahat.
Jika gejala atau keluhan terasa intens sampai mengganggu aktivitas sehari – hari, segera berkonsultasi dengan dokter untuk diketahui penyebabnya. (*)