TUBAN-Tanpa disadari beberapa kebiasaan ini bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung.
Dikutip dari halodoc.com, naiknya asam lambung dipengaruhi faktor eksternal dan internal dari dalam tubuh.
Salah satu faktor internal yang memengaruhi naiknya asam lambung adalah melemahnya otot bagian bawah kerongkongan atau lower esophageal sphincter (LES).
Otot LES seharusnya menutup dengan rapat setelah makanan dari kerongkongan masuk ke lambung.
Namun, pada penderita gerd, otot ini tidak dapat menutup dengan benar sehingga menyebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan.
Akibatnya, timbul nyeri pada ulu hati setelah makan, kesulitan menelan, dan rasa nyeri atau rasa terbakar di dada.
Berikut ini faktor yang dapat memicu kenaikan asam lambung:
1. Pola makan tidak sehat
Pola makan yang tidak sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi junk food, makanan pedas, asam, berlemak, tinggi karbohidrat, garam, dan gula.
Pola ini menyebabkan sistem pencernaan tidak sehat.
Itu karena pola ini memperlambat proses pencernaan dan membuat perut menghasilkan banyak gas.
2. Terlalu banyak makan
Mengonsumsi makanan dalam jumlah yang besar akan melemahkan otot sfingter esofagus bawah, sehingga tidak bisa menutup dengan benar.
Kondisi ini menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.
3. Menunda waktu makan
Lambung memiliki pola kerja yang sudah teratur setiap hari.
Seperti jika terbiasa makan pukul 10 pagi, maka lambung sudah bersiap untuk melepaskan asam lambung dan bekerja untuk mengolah makanan yang masuk.
Jika jam makan tidak beraturan, asam lambung yang dikeluarkan menjadi berlebihan dan memungkinkan untuk naik ke kerongkongan.
Ini yang akhirnya menyebabkan gerd.
4. Mengonsumsi minuman bersoda
Gelembung yang dihasilkan minuman bersoda mengandung karbondioksida, ini yang menyebabkan sendawa.
Setiap gas yang tidak dikeluarkan ketika sendawa akan berakhir di usus, sehingga menyebabkan asam lambung naik.
5. Makan terlalu cepat
Makan terlalu cepat atau terburu – buru dapat menyebabkan gerd karena makanan tidak dicerna dengan baik.
Makanan yang tercerna dengan baik adalah makanan yang telah dikunyah sampai halus, sehingga berubah menjadi komposit yang lebih mudah dicerna pencernaan.
6. Mengonsumsi obat tertentu dalam jangka panjang
Mengonsumsi obat – obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti obat pelemas otot, penurun tekanan darah, pil KB, dan antidepresan trisiklik dapat memicu naiknya asam lambung.
Bahkan, obat – obatan ini dapat memperparah gejala asam lambung penderitanya.
7. Berbaring setelah makan
Berbaring atau tidur setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Saat berbaring, tubuh tidak memiliki gravitasi untuk menjaga isi perut untuk tetap di tempatnya.
Makanan yang dikonsumsi berpotensi naik kembali ke kerongkongan.
Umunya, lambung memerlukan waktu 5 – 6 jam untuk mengosongkan makanan atau minuman di dalamnya.
Karena itu, disarankan agar berhenti makan setidaknya 3 – 4 jam sebelum tidur.
8. Kurang tidur
Kurang tidur dapat menyebabkan gerd, sindrom iritasi usus besar, dan juga dispepsia fungsional.
Penyakit–penyakit ini ada kaitannya dengan sistem pencernaan yang tidak sehat.
Menghindari kebiasaan yang dapat memicu asam lambung naik dapat membantu tubuh menjadi lebih sehat dan mengelola gejala gerd bagi penderitanya.
Perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti pola makan yang seimbang, mengurangi konsumsi makanan pedas dan tinggi lemak dapat menjadi langkah yang membantu mengurangi risiko asam lambung naik. (*)
Editor : Dwi Setiyawan