TUBAN- Banyak orang yang mempercayai bahwa mandi malam sebabkan rematik. Mitos atau fakta sih?
Rematik merupakan penyakit sendi yang ditandai nyeri, bengkak, kaku, dan radang pada area sendi.
Rematik biasanya terjadi di area jari tangan, pergelangan tangan, lutut, jari kaki, dan pergelangan kaki.
Melansir dari laman Kementerian Kesehatan, umumnya rematik menyerang persendian.
Ternyata rematik juga dapat menyerang organ–organ tubuh, seperti jantung, paru – paru, saraf, kulit, mata, dan ginjal.
Jika tidak segera diobati, penyakit ini menyebabkan rasa tidak nyaman karena nyeri.
Tentunya, hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari–hari.
Banyak orang yang percaya bahwa mandi malam menjadi salah satu penyebab rematik.
Mengutip dari alodokter.com, faktanya mandi malam tidak menyebabkan rematik.
Secara medis, mitos ini juga tidak terbukti kebenarannya.
Meski bukan penyebab rematik, penderita penyakit ini sebaiknya menghindari mandi di malam hari menggunakan air dingin.
Itu karena suhu dingin dapat memicu rasa nyeri dan kaku pada sendi yang telah terkena rematik.
Jadi, mandi di malam hari bukanlah penyebab rematik, namun dapat memperparah keluhan pada orang– orang yang menderita penyakit ini.
Penyakit ini ditandai dengan gejala nyeri dan kaku sendi pada pagi hari setelah bangun tidur atau setelah duduk dalam waktu yang lama.
Gejala rematik ini cenderung hilang dan timbul.
Mengutip dari Kementerian Kesehatan, berikut beberapa hal yang menjadi faktor risiko rematik:
1. Jenis kelamin
Perempuan lebih berisiko terkena rematik, lupus, atau sindrom sjogren.
Sedangkan pria lebih sering terjadi ankylosing spondylitis.
2. Usia
Risiko penyakit rematik meningkat seiring bertambahnya usia.
3. Menderita kondisi medis tertentu
Rematik lebih berisiko dialami orang – orang dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, darah tinggi, obesitas, diabetes, cedera, dan menopause dini.
4. Infeksi
Infeksi dapat memicu perkembangan rematik, seperti lupus dan skleroderma.
5. Lingkungan
Asap rokok dan polusi udara diperkirakan dapat meningkatkan risiko rematik.
Upaya Menghindari
Rematik dapat dihindari dengan menjalani pola hidup yang sehat. Berikut ini cara menghindari rematik:
1. Berolahraga
Rutin berolahraga membantu menjaga berat badan agar tetap ideal dan dapat membantu mencegah rematik.
Olahraga juga dapat melatih tulang dan sendi agar menjadi lebih kuat.
2. Menjaga berat badan tetap ideal
Berat badan berlebih dapat menyebabkan sendi pada lutut menopang beban yang lebih berat.
Beban ini meningkatkan risiko terjadinya kerusakan tulang rawan dan menyebabkan nyeri.
3. Tidak merokok
Zat kimia dalam rokok dapat menyebabkan peradangan pada jaringan yang melapisi persendian.
Kebiasaan merokok juga menyebabkan peradangan dan rematik.
Rematik juga dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan sehat yang mengandung omega 3 dan vitamin D, mengurangi gula, garam, minuman bersoda, dan alkohol.
Jika mengalami keluhan nyeri sendi setelah mandi malam dan sendi terasa kaku di pagi hari, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan diagnosisnya. (*)