Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Konsumsi Garam Berlebihan Berdampak Buruk pada Tubuh, Baca Tipsnya di Paragraf Terakhir!

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 9 Agustus 2024 | 17:50 WIB
Hindari konsumsi garam berlebihan.
Hindari konsumsi garam berlebihan.

TUBAN-Garam merupakan salah satu bumbu yang wajib ditambahkan pada makanan untuk menambah cita rasa.

Selain penambah cita rasa masakan, garam juga mengandung sodium yang berperan penting bagi kesehatan manusia.

Konsumsi garam berlebihan dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

Dilansir dari halodoc.com, garam mengandung dua unsur yang sangat baik untuk kesehatan, yaitu natrium dan klorida.

Natrium diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengontrol tekanan dan volume darah.

Sedangkan klorida membantu tubuh mencerna makanan yang dikonsumsi.

Garam diperlukan dalam jumlah kecil untuk membantu menunjang fungsi tubuh.

Mengutip unitypoint.org, Dr. Trachtenberg dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan menjaga kadar garam harian maksimal 2.300 miligram per hari, yaitu sekitar satu sendok teh.

Lebih baik lagi jika kurang dari 1.500 miligram, terutama pada orang dewasa yang menderita darah tinggi.

Trachtenberg mengungkapkan, meski tidak menimbulkan efek samping saat mengonsumsi terlalu banyak garam, namun bukan berarti tidak bisa memberikan efek samping yang buruk bagi tubuh.

Berikut efek samping yang terjadi pada tubuh jika mengonsumsi terlalu banyak garam:

1. Gangguan fungsi ginjal

Kadar garam yang terlalu tinggi dapat meningkatkan proses pembuangan melalui urine.

Kondisi ini menyebabkan ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring protein dan menghasilkan urine.

Fungsi ginjal yang menurun dan terjadi dalam waktu lama akan menyebabkan penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh, seperti tangan, lengan, dan pergelangan kaki.

Cara paling mudah untuk mengurangi jumlah asupan garam adalah dengan menghindari makanan olahan dan mulai mengurangi atau tidak menambahkan sama sekali garam ke dalam makanan.

2. Memicu dehidrasi

Di dalam garam terkandung senyawa natrium yang dapat menarik dan menahan air di dalam tubuh.

Kadar garam yang tinggi membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk membersihkan sel – sel dan jaringan.

Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, maka memicu dehidrasi.

3. Meningkatkan risiko demensia vaskular

Demensia vaskular terjadi karena pembuluh darah di dalam otak tersumbat.

Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi kognitif yang dipicu gangguan aliran darah menuju otak.

4. Kanker lambung

Beberapa studi menunjukkan jika mengonsumsi garam berlebih meningkatkan risiko kanker lambung.

Mengonsumsi garam berlebih dapat menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan, sehingga memicu pertumbuhan sel kanker pada lambung.

5. Osteoporosis

Beberapa studi menemukan bahwa garam dapur dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium, kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis, terutama bagi wanita yang telah menopause.

6. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Mengonsumsi garam terlalu banyak sering dihubungkan dengan tekanan darah tinggi.

Ini karena kandungan natrium dapat menarik cairan masuk ke pembuluh darah, sehingga menyebabkan volume darah dalam tubuh meningkat.

Jika ini sering terjadi, maka jantung akan bekerja lebih keras saat memompa darah ke seluruh tubuh, hal ini menyebabkan terjadinya penyakit jantung.

Dr. Trachtenberg menjelaskan beberapa langkah yang dapat membantu menyeimbangkan konsumsi garam.

Langkah tersebut, antara lain, minum lebih banyak air dan berolahraga.

Langkah berikutnya, memilih garam yang sehat, seperti garam laut dan menghindari mengonsumsi makanan tinggi kandungan garam. (*)

Photo
Photo
Editor : Dwi Setiyawan
#Konsumsi Garam Berlebihan #osteoporosis #penyakit jantung #tekanan darah tinggi