Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengenal Glaukoma yang Bisa Picu Kebutaan: Jenis, Risiko, dan Pengobatannya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 6 Agustus 2024 | 16:15 WIB
Glaukoma dapat mengakibatkan kebutaan.
Glaukoma dapat mengakibatkan kebutaan.

TUBAN-Glaukoma merupakan salah satu penyakit mata yang bisa mengakibatkan kerusakan pada saraf optik.

Bahaya penyakit glaukoma cukup serius, kebutaan!

Umumnya, penyakit glaukoma berisiko dialami lansia yang berusia di atas 60 tahun.

Namun demikian, semua orang tanpa batas usia bisa terserang penyakit ini.

Glaukoma berhubungan dengan tekanan intraokular yang tinggi pada mata.

Penyakit ini juga bisa terjadi tanpa tekanan atau ketika tekanan mata masih dalam batas normal.

Penderita glaukoma baru menyadari perubahan penglihatan ketika penyakit ini sudah berada pada tahap yang lebih serius.

Tekanan dalam mata (tekanan intraokular) dapat meningkat karena produksi cairan mata berlebih atau terhalangnya saluran pembuangan cairan pada mata.

Tekanan intraokular ini dapat menyebabkan kerusakan pada saraf retina dan juga saraf optik yang menjadi penghubung antara mata ke otak.

Jenis Glaukoma

Glaukoma terbagi 4 jenis.

Pertama, glaukoma sudut tertutup. Jenis glaukoma ini banyak ditemui di negara–negara Asia.

Penyakit ini ditandai dengan iris yang menonjol ke depan dan mempersempit sudut drainase yang terbentuk oleh kornea dan iris mata, sehingga menyebabkan cairan tidak bisa mengalir dengan baik dan menyebabkan tekanan pada mata meningkat.

Kedua, glaukoma sudut terbuka. Pada jenis glaukoma ini, struktur mata tampak normal dan tidak terlihat kelainan, namun ada gangguan di dalam saluran mata.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tekanan pada mata secara perlahan yang pada akhirnya merusak saraf optik.

Ketiga, glaukoma sekunder. Glaukoma jenis ini terjadi karena peradangan di area tengah mata atau cedera pada mata.

Keempat, glaukoma kongenital. Kondisi ini terjadi karena kondisi bawaan mata atau kelainan pada mata.

Umumnya, jenis glaukoma ini menyerang anak – anak.

Glaukoma bisa saja tidak memunculkan gejala yang berarti pada penderitanya, namun secara perlahan–lahan dapat merusak penglihatan.

Karena itu, seseorang dengan faktor risiko glaukoma harus lebih waspada.

Risiko Penderita Glaukoma

Berikut ini faktor yang memicu risiko glaukoma:

1. Menderita kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sakit jantung, darah tinggi, dan anemia sel sabit.

2. Mengalami rabun dekat atau jauh.

3. Berusia lebih dari 60 tahun.

4. Memiliki riwayat keluarga yang menderita glaukoma.

5. Pernah mengalami cedera pada mata atau menjalani operasi mata tertentu.

6. Menggunakan obat kortikosteroid, terutama obat tetes mata dalam waktu yang cukup lama.

Umumnya, gejala glaukoma baru timbul setelah beberapa tahun dan ketika penderitanya sudah mengalami masalah pada penglihatan.

Gejala yang umum terjadi adalah sakit kepala, nyeri di area mata, mata merah, dan penglihatan mulai kabur.

Gejala berikutnya, jarak pandang mulai menyempit, seperti mengerucut membentuk terowongan, muncul titik–titik kehitaman yang mengikuti gerakan mata, dan mata terlihat berkabut.

Gejala yang disebut terakhir umumnya dialami bayi.

Dokter yang mendiagnosa glaukoma akan memberikan pengobatan agar tidak menyebabkan kebutaan pada penderitanya.

Pengobatan Glaukoma

Mengutip dari siloamhospitals.com, pengobatan glaukoma dilakukan dengan 3 cara berikut:

1. Operasi laser

Operasi ini berfungsi untuk mengurangi cairan pada mata yang menumpuk.

Dua tindakan laser untuk mengobati glaukoma adalah trabekuloplasti dan iridotomi.

2. Menggunakan obat – obatan

Penderita glaukoma akan diresepkan obat – obatan tertentu, yaitu obat tetes mata dan juga obat minum.

3. Pembedahan

Pembedahan merupakan opsi terakhir jika penggunaan obat dan operasi laser tidak mampu mengurangi glaukoma.

Pemeriksaan mata secara rutin dapat membantu mengurangi risiko kebutaan pada penderita glaukoma.

Penyakit ini tidak selalu dapat dicegah, namun ada beberapa upaya untuk menjaga kesehatan mata, seperti mengonsumsi makanan kaya antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan membatasi jumlah konsumsi kafein. (*)

TERTIB: Anggota BPD Cantuk, Kecamatan Singojuruh Susiyanto (pegang mik) memberikan tanggapan di depan warga yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Desa Cantuk Senin (5/8)
TERTIB: Anggota BPD Cantuk, Kecamatan Singojuruh Susiyanto (pegang mik) memberikan tanggapan di depan warga yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Desa Cantuk Senin (5/8)
Belajar Membatik di Desa Wisata Kricak.
Belajar Membatik di Desa Wisata Kricak.
Editor : Dwi Setiyawan
#kerusakan saraf optik #pengobatan #mata #risiko #glaukoma #kebutaan