TUBAN - Diare adalah masalah kesehatan yang dapat diderita siapa saja tanpa pandang usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Penanganan diare yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan sebagai upaya mencegah terjadinya masalah kesehatan yang lebih serius seperti dehidrasi parah.
Bagi Anda yang enggan minum obat kimia, ada beberapa jenis tanaman untuk obat diare yang bisa dibuat sendiri di rumah, terutama jika gejala diare masih ringan.
Mari simak sejumlah tanaman untuk obat diare yang telah banyak dikenal di masyarakat melalui ulasan berikut ini.
Rekomendasi Air Rebusan Tanaman untuk Obat Diare
Seseorang yang terkena diare akan lebih sering buang air besar daripada biasanya dan cenderung encer atau berair.
Terlepas dari beragam faktor yang memicu, diare dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak segera diobati, terutama saat Anda mengalami diare yang terus-menerus.
Ada beberapa rekomendasi dari air rebusan tanaman untuk obat diare bisa kita siapkan sebagai upaya penanganan diare secara mandiri yang tepat untuk membantu proses penyembuhan di rumah, antara lain:
1. Daun Kelor
Tanaman kelor banyak dimanfaatkan sebagai solusi inovatif untuk mengatasi berbagai penyakit, salah satunya adalah bagian dari daunnya.
Daun kelor telah lama digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, termasuk diare.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lipids in Health and Disease menunjukkan potensi daun kelor yang memiliki sifat alami sebagai antibakteri dan antijamur, dapat membantu melawan patogen berbahaya dalam sistem pencernaan.
Caranya, ambillah 10-15 lembar daun kelor, cuci dengan bersih, lalu rebus dengan tiga cangkir air hingga mendidih, saring airnya untuk diminum.
Namun, diimbau untuk tidak mengonsumsi air rebusan dari daun kelor lebih dari 70 gram karena bisa menimbulkan efek samping tertentu.
2. Daun Jambu Biji
Daun jambu biji sebagai salah satu obat tradisional menyembuhkan diare sudah banyak dikenal di masyarakat sejak lama dan bahkan sudah digunakan secara turun-menurun.
Penelitian yang terangkum dalam Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar menyebutkan, kandungan senyawa antibakteri yang terdapat dalam daun jambu biji mampu menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang menyebabkan gangguan pencernaan.
Untuk mendapatkan manfaatnya, ambil 5 helai daun jambu biji muda dan cuci hingga bersih, rebuslah dengan 1,5 liter air hingga mendidih, saring airnya untuk kemudian diminum 2 kali sehari.
Anda juga bisa mencampurnya dengan 1 potong akar pohon jambu biji atau 1 potong batang kecilnya.
3. Kunyit
Kunyit adalah salah satu tanaman obat yang telah banyak diketahui fungsinya bagi kesehatan, salah satunya termasuk berkhasiat mengatasi diare, terutama pada bagian rimpangnya.
Menurut penelitian dalam Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung pada bulan November 2022 menjelaskan, Ekstrak dari rimpang kunyit menghasilkan senyawa antibakteri seperti terpenoid, saponin, dan tanin yang memiliki daya kuat menghambat bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan diare.
Untuk mendapatkan manfaat dari rimpang kunyit untuk obat diare caranya cukup mudah, siapkan rimpang kunyit 1/2 jari yang sudah dicuci bersih, tumbuk sampai halus.
Anda dapat menambahkan juga dengan rasuk angin 1/2 sendok teh, ketumbar 3 biji; buah kayu ules 1 biji, daun trawas 1 helai.
Setelah itu, tambahkan air 115 ml dan didihkan. kemudian disaring.
Dianjurkan diminum pagi dan sore dengan tiap kali minum 100 ml.
4. Rumput Teki
Satu lagi tanaman untuk obat diare adalah rumput teki.
Banyak tumbuh di sekitar rumah, kehadiran rumput teki terkadang mengganggu dan tidak diinginkan.
Meski begitu, rumput teki ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah menjaga kesehatan pencernaan.
Menurut review yang diterbitkan pada tahun 2010 dalam Journal of Ayurveda dan Integrative Medicine, menemukan bahwa rumput teki dapat menghambat gejala diare sebanyak 46%.
Kandungan kimiawi dalam rumput teki sangat efektif untuk memerangi gangguan pencernaan.
Selain itu, beberapa enzim dan senyawa aktif yang dihasilkan dari air rebusan rumput teki dapat merangsang berbagai reaksi biokimia yang membantu dalam meningkatkan sistem pencernaan lebih baik.
Cara mengolahnya pun cukup sederhana, rebus rumput teki yang sudah dibersihkan dengan air hingga warna air berubah menjadi hijau. Tunggu hingga air rebusan rumput suket teki dingin, lalu bisa dikonsumsi.
5. Daun Salam
Dikenal sebagai bumbu dapur, daun salam dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal mengatasi diare.
Dikutip dari buku yang berjudul 56 Makanan Ajaib dan Manfaatnya Untuk Kesehatan dan Kecantikan karya Yusuf CK Arianto, daun salam mengandung minyak atsiri (sitral, eugenol), tanin dan flavonoid.
Membuat daun salam untuk obat diare cukup mudah, ambil 15 helai daun salam, rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih, saring, dan bisa diminum.
Sebelum diminum Anda juga bisa menambahkan air rebusan daun salam dengan sejumput garam.
6. Daun Binahong
Daun binahong merupakan salah satu obat herbal yang efektif untuk mengatasi diare.
Sebuah penelitian dalam Jurnal Labora Medika menyebutkan, ekstrak dari daun binahong memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antibakteri.
Kandungan zat flavonoid, minyak atsiri, saponin, terpenoid dan alkaloid pada daun binahong mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare.
Untuk mendapatkan manfaatnya, ambil 9-11 helai daun binahong, cuci dengan bersih, kemudian rebus dengan 2 gelar air hingga mendidih, saring dan air rebusan daun binahong bisa langsung dimimun.
7. Jahe
Jahe secara tradisional dipakai sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit diare.
Secara alami tanaman jahe memiliki sifat antiinflamasi, analgesik, dan antibakteri yang dapat membantu penyembuhan penyakit perut.
Efek antioksidan yang terkandung dalam jahe juga sangat baik untuk kesehatan perut secara keseluruhan.
Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2015 menyebutkan, jahe bermanfaat mengatasi diare, kejang perut, muntah, dan mual. Jahe juga bisa mengurangi gas serta meningkatkan kesehatan organ pencernaan.
Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa langsung mengunyah dagingnya. Anda juga bisa menjadikannya sebagai seduhan hangat dengan cara memasukkan jahe yang sudah dipotong kecil ke dalam secangkir air yang mendidih.
8. Kulit Buah Delima
Kulit buah delima dikenal sejak zaman dahulu sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya diare dan disentri.
Setiap bagian tanaman buah delima mempunyai khasiat tertentu, dari bunga, daun, kulit akar, buah, hingga kulit buahnya.
Kulit buah delima mengandung zat-zat tanin, alkaloid, kalium oksalat, asam elogat, asam ursulat, asam betulat dan pati yang mengandung khasiat antidiare.
Karena memiliki rasa yang pahit, ada beberapa tips untuk mengolahnya agar Anda dapat diminum dengan mudah dan nyaman.
Pertama, keringkan kulit buah delima di bawah sinar matahari.
Kedua, giling kulit buah delima yang sudah kering menjadi bubuk dengan blender. Anda dapat menambahkan smoothie, yogurt, atau makanan lainnya.
Ketiga, rebus dalam air selama 15-20 menit.
Dan, air rebusan kulit buah delima siap dkonsumsi.
Nah, berikut rekomendasi air rebusan dari beberapa tanaman untuk obat diare yang bisa dibuat sendiri di rumah, semoga bermanfaat.
Namun, karena artikel ini hanya menyajikan informasi, jika mengalami diare yang tak kunjung sembuh, ada baiknya Anda mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)
Editor : Amin Fauzie