Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sering Alami Sakit Kepala Sebelah? Mungkin Kalian Terkena Migrain. Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 14 Juli 2024 | 22:14 WIB
Rasa sakit akibat migrain bisa sangat parah, sehingga mengganggu kegiatan sehari–hari.
Rasa sakit akibat migrain bisa sangat parah, sehingga mengganggu kegiatan sehari–hari.

TUBAN-Migrain adalah sakit kepala yang mengakibatkan nyeri dan berdenyut–denyut.
Biasanya, migrain terjadi pada salah satu sisi kepala saja.

Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari.

Rasa sakit akibat migrain bisa sangat parah, sehingga mengganggu kegiatan sehari–hari.

Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), banyak kasus migrain yang bersifat episodik, yaitu berlangsung selama 4 – 72 jam dan disertai mual, muntah, serta lebih peka terhadap cahaya dan suara.

Mengutip dari my.clevelandclinic.org, migrain umumnya melalui 4 tahapan.

Pertama, fase prodrome. Fase ini dimulai 24 jam sebelum merasakan sakit kepala.

Kedua, fase aura yang berlangsung selama 1 jam atau paling singkat 5 menit.

Beberapa orang mungkin akan mengalami fase ini bersamaan dengan sakit kepala.

Ketiga, fase sakit kepala yang bisa berlangsung selama 4 sampai 72 jam.

Keempat, fase postdrome. Umumnya, fase ini berlangsung selama beberapa jam sampai dua hari.
Gejala postdrome mirip dengan mabuk karena alkohol atau yang biasanya dikenal dengan mabuk migrain.

Untuk melewati keempat fase tersebut, umumnya membutuhkan waktu 8 jam sampai 3 hari.

Gejala migrain mulai dirasakan saat memasuki masa pubertas dan dapat memburuk pada usia 35 – 45 tahun.

Menurut WHO, penyebab migrain masih belum diketahui, namun diperkirakan karena pelepasan zat inflamasi yang dapat menyebabkan nyeri pada sekitar saraf dan pembuluh darah di kepala.

Migrain biasanya dipicu karena mengonsumsi alkohol dan beberapa makanan tertentu.

Mengutip dari alodokter.com, berikut faktor yang diduga memicu migrain:

1. Lingkungan sekitar

Faktor lingkungan sekitar, seperti paparan asap rokok, aroma parfum, suara bising, dan beberapa lainnya juga dapat memicu reaksi migrain pada beberapa orang.

2. Perubahan hormon pada wanita

Perubahan hormonal, seperti estrogen dapat menjadi pemicu migrain.

Kondisi ini biasanya terjadi selama periode menstruasi, selama masa kehamilan, atau menopause.

3. Faktor emosional

Kondisi emosional, seperti stres, gelisah, depresi, dan lainnya dapat memicu timbulnya migrain

4. Makanan atau minuman tertentu

Beberapa makanan dan minuman, seperti makanan asin, olahan, mengandung MSG, alkohol, dan kafein dapat memicu migrain pada beberapa orang.

5. Efek samping mengonsumsi obat

Penggunaan beberapa jenis obat–obatan, seperti pil KB, terapi hormon, dan lainnya dapat menjadi faktor pemicu migrain pada beberapa orang.

Itu karena obat–obatan tersebut memicu terjadinya perubahan hormon.

6. Faktor fisik

Kelelahan, tidur tidak berkualitas, insomnia, kekurangan kadar gula dalam darah, dan beberapa lainnya juga dapat menjadi faktor timbulnya migrain.

Selain itu, pola tidur yang salah bisa memengaruhi sirkulasi darah yang dapat menyebabkan migrain.

Selain faktor–faktor tersebut, ada faktor lain yang memicu migrain, seperti jenis kelamin terutama wanita, faktor genetik, dan riwayat penyakit tertentu.

Untuk mendiagnosis migrain, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan saraf.

Untuk memastikan migrain tidak disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan, seperti tes darah, CT Scan atau MRI, dan fungsi lumbal jika diduga terdapat infeksi atau pendarahan pada otak.

Penanganan migrain dapat dilakukan secara mandiri, seperti istirahat dengan kondisi kamar yang nyaman, memijat ringan kepala atau pelipis, mengonsumsi air putih yang cukup, dan lainnya.

Jika merasa perawatan mandiri belum bisa mengatasi migrain, ada beberapa obat–obatan untuk membantu meringankan nyeri, seperti ibuprofen, paracetamol, asam mefenamat, dan lainnya.

Sebelum mengonsumsi obat – obatan tersebut, hendaknya konsultasi dengan dokter untuk menghindari efek sampingnya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#migrain #sakit kepala #faktor hormonal #nyeri berdenyut