TUBAN-Biji chia atau chia seed merupakan salah satu jenis biji– bijian yang dapat dikonsumsi.
Biji chia diproduksi dari tanaman salvia hispanica yang berasal dari Amerika Tengah. Biji ini menjadi tanaman yang dapat dikonsumsi sejak zaman suku aztec dan maya.
Biji chia biasanya digunakan dalam bentuk mentah dan ditambahkan ke dalam makanan atau minuman, seperti jus, sereal, dan kadang dikonsumsi sebagai suplemen nutrisi.
Biji chia mulai populer ketika diperkenalkan di Tanzania pada 2013 untuk meningkatkan pendapatan petani lokal.
Seiring berjalannya waktu, biji chia menjadi primadona di berbagai negara, seperti Meksiko, Argentina, Australia, Eropa, dan beberapa negara lain karena kandungan nutrisi dan manfaatnya yang berguna untuk kesehatan.
Melansir dari healthline.com, biji chia mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin B1, vitamin B3, asam lemak omega 3, dan zat gizi mikro lainnya.
Dalam biji chia juga terkandung zat fitokimia, seperti flavonoid, fenolik, steroid, tokoferol, dan juga karotenoid.
Ahli di laman halodoc.com menyebut dalam 100 gr biji chia terkandung 6 persen air yang baik untuk kesehatan tubuh.
Biji chia juga menjadi salah satu biji – bijian yang bebas kandungan gluten.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis manfaat biji chia sebagai berikut:
1. Menurunkan berat badan
Mengonsumsi biji chia yang di dalamnya mengandung serat dapat membantu mencegah risiko kenaikan berat badan berlebih dan obesitas.
Selain itu, kandungan protein dalam biji chia dapat membantu mengurangi asupan makan.
2. Kaya kandungan antioksidan
Biji chia merupakan sumber antioksidan yang baik untuk tubuh.
Antioksidan dalam biji chia meliputi asam klorogenat, caffein acid, kaempferol, dan beberapa lainnya yang dapat melindungi jantung dan bersifat sebagai antikanker.
3. Menurunkan gula darah
Serat dan senyawa lain yang terkandung dalam bij chia mampu mengendalikan kadar gula dalam darah.
Biji chia juga mampu menambah sensitivitas insulin, sehingga dapat menstabilkan kadar gula darah.
4. Meningkatkan imunitas tubuh
Kandungan berbagai jenis asam amino endogen dalam biji chia dapat membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh.
5. Menurunkan risiko sakit jantung dan kolesterol
Serat larut dan omega 3 dalam biji chia dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) di dalam darah penyebab penyakit jantung.
6. Meningkatkan kesehatan tulang
Mengonsumsi biji chia dapat membantu meningkatkan kepadatan mineral di dalam tulang.
7. Melindungi tubuh dari peradangan
Caffein acid menjadi salah satu kandungan antioksidan dalam biji chia yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari resiko peradangan.
Peradangan yang kronis akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung, kanker, dan lain – lain.
8. Mencegah radikal bebas
Kandungan antioksidan dalam biji chia mampu membantu mencegah paparan radikal bebas penyebab kerusakan sel – sel dalam tubuh.
9. Menjaga kesehatan hati
Antioksidan dalam biji chia juga berfungsi melindungi dan mencegah kerusakan pada hati.
10. Menjaga kesehatan kulit
Kandungan omega 3 pada biji chia tidak hanya menyehatkan, namun juga mengencangkan kulit dan mengurangi risiko penuaan dini.
Umumnya konsumsi biji chia disarankan sebanyak 28 gram per hari untuk menghindari efek samping, seperti gangguan pencernaan.
Konsumsi juga banyak air putih untuk menghindari efek sampingnya. (*)