TUBAN-Minuman berenergi atau energy drink merupakan minuman yang banyak beredar di pasaran.
Minuman berenergi biasanya dikonsumsi selama melakukan olahraga, mengantuk, dan ketika tubuh terasa lelah.
Minuman berenergi juga sangat populer di kalangan para olahragawan.
Minuman berenergi mengandung kafein, taurin, vitamin, suplemen herbal, dan gula atau pemanis yang dapat membangkitkan energi, stamina, dan performa atletik.
Bagi orang dengan toleransi kafein tinggi bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Mengutip dari alodokter.com, kandungan kafein pada minuman berenergi kurang lebih 160 – 300 miligram tiap kemasan.
Kandungan ini sangat melebihi jumlah kafein dalam satu cangkir kopi atau teh.
Selain kandungan kafeinnya yang tinggi, minuman berenergi juga mengandung sekitar 40 miligram gula dalam satu kemasan.
Melansir dari healthline.com, minuman berenergi juga dapat menimbulkan kecanduan, seperti sangat ingin minum energy drink, sakit kepala ketika tidak minum energy drink, suasana hati yang tertekan, dan lainnya.
Kandungan gula, kafein, dan beberapa zat lainnya yang cukup tinggi dalam minuman berenergi akan menimbulkan masalah kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi, seperti gangguan pada ginjal, dehidrasi, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah beberapa efek samping jika kita terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi:
1. Memicu dehidrasi
Terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi menyebabkan sering buang air kecil, sehingga tubuh banyak membuang cairan.
Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan meningkatkan risiko dehidrasi.
2. Kerusakan ginjal
Kandungan kafein, taurin, dan gula yang tinggi dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah dan mengganggu aliran darah pada ginjal.
3. Memicu kenaikan berat badan
Dalam satu kemasan minuman mengandung 110 kalori, kelebihan konsumsi kalori dalam satu hari akan menyebabkan kenaikan berat badan.
4. Meningkatkan tekanan darah
Minuman berenergi dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan ritme detak jantung.
Ini menyebabkan kinerja organ kardiovaskular akan terganggu, bahkan dapat memengaruhi kesehatan organ tubuh yang lain.
5. Menyebabkan overdosis kafein
Overdosis kafein dapat memicu susah tidur, perasaan cemas, masalah pencernaan, demam, ritme detak jantung yang lebih cepat, sensasi berdebar–debar, bahkan menyebabkan kejang.
6. Diabetes tipe 2
Kadar gula dan kafein yang tinggi dapat mengganggu kerja hormon insulin, sehingga kula darah tidak terkendali.
Dalam jangka panjang akan mengakibatkan penyakit diabetes tipe 2.
7. Merusak gigi
Minuman berenergi memiliki sifat asam yang dapat menyebabkan pengikisan enamel gigi dan mengubah warna gigi.
Kandungan gula juga dapat menyebabkan plak gigi yang lambat laun menyebabkan kerusakan.
Untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan dari terlalu banyak konsumsi energy drink, sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi minuman ini.
Sebagai ganti minuman berenergi, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, minerah, dan air putih yang menjadi solusi yang lebih sehat untuk menambah energi tubuh.
Meski ada minuman berenergi dengan label bebas gula dan rendah kalori, namun kandungan kafein di dalamnya tetap dengan jumlah yang sama.
Kecanduan minuman berenergi dalam jumlah berlebih tanpa bisa mengatur asupannya dapat menyebabkan kecanduan dan berbagai masalah kesehatan yang merusak organ dalam tubuh. (*)