TUBAN-Banyak orang yang mengonsumsi minuman beralkohol, seperti bir, vodka, wine, sampanye, dan lainnya.
Minuman beralkohol mengandung etanol atau etil alkohol yang pembuatannya melalui proses fermentasi dari madu, gula, atau sari buah–buahan.
Alkohol tergolong dalam zat adiktif atau yang dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan.
Orang yang ketergantungan alkohol mengalami berbagai masalah kesehatan serius.
Jika kandungan minuman beralkohol adalah etanol, maka kandungan miras oplosan adalah metil alkohol atau metanol.
Metanol ini adalah zat yang sering digunakan untuk menghapus dan pembersih cat.
Metanol sering ditemukan dalam tiner dan cairan pembersih kuku tanpa diberikan campuran.
Alkohol sebenarnya jika dikonsumsi dengan kadar yang sesuai dan tidak berlebihan, maka akan memberikan manfaat, seperti menurunkan risiko stroke, diabetes, sampai penyakit jantung.
Manfaat alkohol tentu tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkannya.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada organ– organ dalam tubuh.
Dilansir dari alodokter.com, berikut adalah masalah kesehatan yang dapat muncul jika terlalu berlebihan sampai kecanduan mengonsumsi alkohol:
1. Keracunan alkohol
Keracunan alkohol atau overdosis alkohol terjadi karena jumlah alkohol yang dikonsumsi lebih banyak daripada jumlah alkohol yang diproses oleh hati.
Selain itu, karena alkohol memiliki sifat depresan, maka dapat memengaruhi pernapasan, ritme detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh.
2. Kerusakan otak
Konsumsi alkohol berlebihan menyebabkan gangguan pada otak. Sering mabuk akan menyebabkan penyusutan otak.
Selain itu juga dapat melemahkan daya ingat dan mengganggu koordinasi gerakan tubuh.
3. Pankreatitis
Terlalu banyak konsumsi alkohol dapat menyebabkan pankreatitis atau radang pankreas, penyakit ini akan menyebabkan pelepasan enzim pencernaan pankreas dan mengakibatkan sakit perut.
Pada kondisi jangka panjang, pankreatitis dapat menyebabkan komplikasi serius.
4. Penyakit hati
Konsumsi alkohol dengan jumlah yang banyak akan mengakibatkan rusaknya fungsi hati, sehingga menyebabkan penyakit hati, seperti sirosis, hepatitis alkoholik, dan kanker hati.
5. Ketidakseimbangan kadar gula darah
Jika pankreas tidak dapat berfungsi dengan baik karena telah mengalami pankreasitis, maka ini akan menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah yang rendah.
Pankreas yang rusak juga dapat mencegah tubuh untuk memproduksi insulin, sehingga menyebabkan hiperglikemia atau terlalu banyak kadar gula dalam darah.
6. Gangguan sistem pencernaan
Efek samping alkohol pada pencernaan akan terjadi setelah terjadi kerusakan.
Ini akan menyebabkan usus tidak dapat mencerna makanan dengan baik, sehingga menyebabkan kekurangan vitamin dan malnutrisi.
7. Depresi
Ketika terlalu banyak konsumsi alkohol membuat zat kimia dalam otak yang bertugas mengatur suasana hati akan terganggu, sehingga memunculkan gejala depresi.
Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan resiko mengalami gangguan kecemasan, bahkan bunuh diri.
8. Penyakit jantung
Sering mabuk meningkatkan detak jantung, tekanan darah, denyut jantung, dan gagal jantung.
Kondisi ini meningkatkan risiko stroke dan berbagai penyakit jantung lainnya.
Alkohol sebaiknya dikonsumsi dalam takaran yang sesuai, sehingga tidak meningkatkan risiko masalah kesehatan kronis.
Konsumsi alkohol yang aman adalah tidak lebih dari 140 mililiter kadar alkohol murni setiap minggu.
Jika merasa telah mengalami kecanduan alkohol dan sulit untuk berhenti, maka segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. (*)