TUBAN-Headset, earphone, headphone, dan sejenisnya merupakan alat untuk mendengar dan berbicara saat melakukan komunikasi menggunakan perangkat elektronik.
Tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi saja, headset juga seringkali digunakan untuk menikmati lagu kesukaan.
Headset dan sejenisnya sangat efektif dibawa ke mana pun.
Sekarang ini terdapat beberapa fitur yang canggih seperti pada earphone dan headphone wireless.
Jika digunakan terlalu sering, terutama jika mendengarkan dalam volume yang keras, headset bisa menyebabkan kerusakan pada sel–sel saraf pendengaran.
Itu karena sel–sel pada saraf tidak bisa meneruskan rangsang suara menuju otak.
Batas tingkat kebisingan yang direkomendasikan adalah sebesar 85 desibel dengan kurun waktu maksimal 8 jam per hari.
Mendengarkan suara lebih dari 85 desibel, bisa mengakibatkan gangguan pendengaran.
Bahkan, jika digunakan dalam waktu lebih dari 15 menit juga memungkinkan risiko gangguan pendengaran.
Gangguan pendengaran akibat terlalu lama terpapar musik atau suara yang keras melalui headset atau sejenisnya ada yang bersifat sementara dan dapat sembuh sendiri.
Sedangkan gangguan pendengaran yang bersifat permanen bisa saja terjadi jika mendengarkan musing dengan volume suara yang terlalu keras.
Terlebih lagi mendengarkan dalam waktu yang lama melalui headset.
Dilansir dari alodokter.com, berikut beberapa efek samping terlalu sering menggunakan headset, earphone, headphone, dan benda sejenis yang sama dengan volume keras:
1. Tinnitus
Kondisi ini terjadi ketika telinga mendengar suara berdengung. Hal ini dikarenakan terlalu lama mendengarkan musik dengan volume terlalu keras.
2. Infeksi telinga
Ini dapat diakibatkan bakteri karena menggunakan headset secara bergantian dengan orang lain.
Bakteri dapat dengan mudah berpindah dari satu telinga ke telinga lainnya dan menginfeksi.
3. Kehilangan pendengaran
Kondisi ini biasanya terjadi secara bertahap dan dapat dideteksi setelah melalui rangkaian pemeriksaan.
Kehilangan pendengaran diakibatkan karena mendengarkan musik atau suara yang cukup keras.
4. Tuli sementara
Orang–orang yang mendengarkan melalui headset atau earphone setiap hari dengan volume yang terlalu kencang akan merasakan mati rasa pada telinga.
Ini akan menyebabkan tuli sesaat dan kemudian akan kembali normal.
Kondisi ini menyebabkan seseorang tidak dapat mendengar dengan jelas suara orang lain dan kesulitan mendengar pembicaraan.
5. Sakit telinga
Penggunaan headset dan benda sejenisnya dapat menyebabkan rasa nyeri pada telinga.
Nyeri dapat berupa suara bising yang dirasakan di dalam telinga.
6. Memengaruhi otak
Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan headset bisa mengakibatkan dampak yang serius pada otak.
Jika terjadi infeksi pada telinga, ini akan langsung memengaruhi otak dan akan berakhir dengan masalah kesehatan yang lebih serius.
7. Vertigo
Penggunaan headset terlalu lama dan paparan suara keras pada telinga dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan keluhan pusing berputar atau vertigo.
Gangguan pendengaran akibat headset, earphone, headphone dan sejenisnya dapat menurunkan produktivitas seseorang saat melakukan kegiatan sehari–hari, sehingga berakhir tidak efektif dan efisien.
Dengan adanya dampak negatif yang ditimbulkan, penggunaan headset, earphone, headphone dan benda sejenisnya harus lebih dibatasi dan dikendalikan. (*)