TUBAN-Ambeien atau wasir merupakan suatu kondisi pembuluh darah pada ujung rektum dan anus mengalami pembengkakan akibat terlalu keras ketika mengejan saat buang air besar.
Ambeien tidak menunjukkan gejala yang khusus dan bisa membaik dalam beberapa hari.
Kondisi yang cukup parah pada ambeien dapat menyebabkan nyeri, gatal, bahkan pendarahan ketika dan setelah buang air besar.
Mengutip dari my.clevelandclinic.org, ambeien dapat memengaruhi semua orang dari berbagai latar belakang.
Ambeien umum terjadi seiring pertambahan usia. Umumnya pada orang dengan usia di atas 50 tahun.
Faktor penyebab di antaranya karena pola buang air besar yang salah, kehamilan, usia tua, dan kekurangan serat.
Pemicu berikutnya, erlalu lama duduk, obesitas, sering sembelit atau diare, serta mengangkat benda–benda yang cukup berat.
Ambeien memiliki dua jenis, yaitu ambeien eksternal dan ambeien internal.
Ambeien eksternal ditandai dengan pembuluh darah yang membengkak berada di luar anus, sehingga bisa terlihat.
Sedangkan ambeien internal ketika pembuluh darah yang membengkak berada di dalam anus dan tidak dapat terlihat.
Banyak penderita ambeien internal tidak sadar karena tidak menunjukkan gejala apa pun.
Beberapa tanda–tanda ambeien yang dapat terdeteksi di antaranya, rasa gatal pada anus, timbul benjolan di dekat anus, dan terasa nyeri atau perih ketika ditekan.
Tanda berikutnya, nyeri pada anus ketika duduk dan pendarahan pada anus.
Untuk mendiagnosa ambeien, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan gejala dan riwayat medis penderita.
Ambeien memang tidak menimbulkan masalah yang serius bagi penderitanya, namun bisa jadi ada beberapa komplikasi yang terjadi akibat ambeien meski jarang, komplikasi seperti anemia, penggumpalan darah pada ambeien eksternal, infeksi, dan otot anus yang memutus aliran darah ke benjolan ambeien internal.
Untuk mengobati ambeien dapat menggunakan obat pelancar buang air besar, menggunakan salep wasir, dan operasi.
Ambeien dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup yang sehat dan beberapa hal berikut:
1. Makan makanan berserat
Serat dari sayur dan buah–buahan dapat membantu melancarkan buang air besar.
2. Konsumsi banyak air putih
Air putih membantu melunakkan feses, sehingga tidak akan mengalami sembelit atau mengejan terlalu keras ketika buang air besar.
3. Jangan duduk terlalu lama
Kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko tekanan pada pembuluh darah di anus. Lakukan beberapa peregangan selama beberapa menit sekali.
4. Jangan menunda buang air besar
Menunda buang air besar bisa mengakibatkan feses susah dikeluarkan karena air yang diserap usus semakin banyak. Hal ini membuat feses semakin keras dan sulit keluar.
5. Hindari beberapa obat–obatan
Usahakan untuk menghindari konsumsi obat–obatan yang dapat menimbulkan sembelit, seperti obat yang mengandung kodein.
6. Olahraga rutin
Olahraga rutin dapat membantu menghindari sembelit, menurunkan tekanan darah, dan juga dapat membantu menurunkan berat badan.
7. Jaga kebersihan anus
Menjaga kebersihan anus adalah hal yang penting untuk menghindari infeksi dan iritasi yang dapat menimbulkan ambeien. (*)