Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Chikungunya Samakah dengan Demam Berdarah? Ini Ciri dan Pencegahannya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 26 Juni 2024 | 00:04 WIB
Chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

TUBAN- Chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Chikungunya ditandai dengan gejala demam dan nyeri sendi yang mendadak.

Meski ditularkan melalui nyamuk yang sama, chikungunya berbeda dengan demam berdarah.

Melansir dari WHO, penyakit ini ditularkan dari nyamuk pembawa virus chikungunya (CHIKV).

Nyamuk yang tidak membawa virus CHIKV juga dapat terinfeksi dari manusia yang memiliki CHIKV dalam darahnya, sehingga ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka berpotensi menularkan chikungunya.

Meski chikungunya memiliki gejala yang sama dengan demam berdarah, namun kedua jenis penyakit ini sebenarnya berbeda.

Melansir dari alodokter.com, perbedaan chikungunya dan demam berdarah terlihat dari gejala yang timbul dan masa inkubasi virusnya.

Chikungunya diawali dengan demam akut, sama seperti gejala awal demam berdarah.
Bedanya, chikungunya disertai dengan gejala lainnya.

Durasi inkubasi virus pada chikungunya berlangsung selama 1-12 hari.

Sedangkan gejala penyakitnya berlangsung selama satu sampai dua minggu.

Gejala chikungunya, demam, ruam merah, nyeri pada otot dan sendi, nyeri tulang, pembengkakan pada sendi, sakit kepala, lemas, serta mual.

Gejala chikungunya umumnya membaik dalam waktu satu minggu.

Sedangkan rasa nyeri pada sendi dapat berlangsung selama beberapa bulan.

Gejala chikungunya yang cukup parah bisa menyebabkan lumpuh sementara.

Merujuk penjelasan Kementerian Kesehatan, chikungunya tidak memerlukan pengobatan khusus.

Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan chikungunya hanya berfungsi untuk meredakan gejala penyakitnya saja.

Dokter hanya akan meresepkan antiradang atau obat flu tulang untuk meredakan nyeri dan demam.

Meski jarang, chikungunya dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang berbahaya.
Komplikasi tersebut, radang pada bagian mata, seperti uvea dan retina.

Komplikasi lainnya, peradangan pada otot jantung, radang pada ginjal, radang hati, radang otak, radang pada saraf tulang belakang, radang sendi, serta gangguan pada sistem saraf dan mengakibatkan kelumpuhan.

Untuk mencegah penyebaran chikungunya, beberapa cara dapat dilakukan seperti pada pencegahan demam berdarah:

1. Menguras tempat penampungan air

2. Menutup rapat tempat penampungan air

3. Menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air

4. Menanam tanaman pengusir nyamuk

5. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Selain langkah–langkah tersebut, dapat juga menggunakan kelambu ketika tidur untuk menghindari gigitan nyamuk.

Jika melakukan kegiatan atau pergi ke daerah endemik chikungunya, disarankan menggunakan lotion antinyamuk, menggunakan baju dan celana panjang, dan menggunakan obat pengusir nyamuk. (*)

Terpidana Warkisno kasus penipuan dieksekusi Kejari Pemalang berdasarkan putusan Mahkamah Agung.
Terpidana Warkisno kasus penipuan dieksekusi Kejari Pemalang berdasarkan putusan Mahkamah Agung.
BERAPI-API: Orasi Mahasiswa yang menggetarkan jiwa saat demonstrasi di Aloon-Aloon Tulungagung, Selasa (25/6/2024).
BERAPI-API: Orasi Mahasiswa yang menggetarkan jiwa saat demonstrasi di Aloon-Aloon Tulungagung, Selasa (25/6/2024).
Pegawai PLN UIP JBTB antusias dalam mengikuti Kegiatan Rutin Tahunan Donor Darah Kompleks Ketintang.
Pegawai PLN UIP JBTB antusias dalam mengikuti Kegiatan Rutin Tahunan Donor Darah Kompleks Ketintang.
Editor : Amin Fauzie
#chikungunya #aedes albopictus #nyamuk #demam berdarah #aedes aegypti