TUBAN-Batuk merupakan sebuah cara yang dilakukan tubuh untuk membersihkan paru–paru dan saluran pernapasan dari benda asing atau mikroorganisme.
Meski memiliki kebaikan, waspadai apabila batuk berkepanjangan dan mengganggu aktivitas sehari–hari.
Terutama pada malam hari. Batuk di malam hari dapat disebabkan karena penyakit pada saluran pernapasan atas, saluran pernafasan bawah, sistem pencernaan, atau sistem kardiovaskular.
Melansir dari healthline.com, Liana Casusi, MD dan Konsultan Oh So Spotless memaparkan, batuk merupakan reaksi refluks yang disebabkan bahan iritan, seperti debu, asap, polusi, atau lendir yang masuk ke dalam saluran napas.
Batuk juga dapat disebabkan karena infeksi saluran pernapasan akibat virus atau bakteri, seperti pneumonia, batuk rejan, dan lainnya.
Pada orang–orang dewasa, batuk yang lebih dari delapan minggu bisa disebabkan karena post nasal drip, asma, bronkitis eosinofilik, dan juga gerd.
Sedangkan pada anak dapat disebabkan karena hal yang sama dan bronkitis bakterial.
Mengutip dari halodoc.com, berikut penyebab batuk di malam hari yang terus-menerus:
1. Gerd
Gerd atau asam lambung naik juga dapat menyebabkan batuk kronis karena mengiritasi tenggorokan.
Batuk karena gerd disertai dengan mulas, muntah, dan bersendawa.
2. Asma
Asma dapat menimbulkan gejala kesulitan bernapas dan nyeri dada.
Masalah kesehatan ini terkadang dapat mengakibatkan batuk dan memburuk pada malam hari.
3. Post nasal drip
Post nasal drip atau sindrom batuk saluran pernapasan atas dapat terjadi ketika hidung atau sinus sedang teriritasi atau mengalami peradangan.
Ini menyebabkan lendir mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan batuk.
Gejala post nasal drip memicu sensasi cairan di dalam tenggorokan yang menetes, rasa ingin selalu membersihkan tenggorokan, suara serak, dan keluar cairan dari dalam hidung.
4. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)
ISPA bisa memicu peradangan saluran pernapasan.
Ini menyebabkan saluran pernapasan menjadi sensitif dan hiperaktif yang memicu batuk terus-menerus.
5. Gagal jantung
Gagal jantung dapat terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah secara efektif dan efisien ke seluruh tubuh, sehingga darah dan cairan menumpuk pada beberapa bagian tubuh termasuk di area paru– paru.
Ketika mengalami batuk, penderita gagal jantung bisa mengalami detak jantung yang tidak teratur dan cepat, serta pembengkakan di bagian kaki dan pergelangan kaki.
Batuk ketika malam hari dapat menyebabkan gangguan tidur dan mengakibatkan gangguan neuropsikiatri pada penderitanya.
Batuk terus-menerus di malam hari dapat menjadi masalah kesehatan yang serius.
Karena itu, penting untuk memperhatikan dan mencari tahu penyebabnya.
Melakukan konsultasi dengan dokter juga dapat menjadi solusi yang baik untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat untuk pengobatannya. (*)