Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengapa Sariawan Muncul? Pahami Penyebab dan Cara Pengobatannya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 11 Juni 2024 | 13:10 WIB
Tukak aphthous atau lebih dikenal dengan sariawan membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan terganggu.
Tukak aphthous atau lebih dikenal dengan sariawan membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan terganggu.

TUBAN-Sariawan merupakan luka kecil yang berbentuk bulat atau oval dan berkembang di dalam mulut, seperti lidah, bibir, langit – langit mulut, gusi, dan pipi.

Tukak aphthous atau yang lebih sering dikenal dengan Sariawan ini seringkali terasa nyeri ketika digunakan makan, bicara, dan saat sikat gigi.

Apa faktor yang memicu munculnya sariawan?

Dikutip dari alodokter.com, sariawan dipicu dari perubahan hormonal, kurang nutrisi, dan faktor lain.

Sariawan perlahan akan sembuh dalam jangka waktu 1-2 minggu.

Perawatan pada sariawan dan obat kumur antiseptik dapat mempercepat penyembuhannya.

Melansir dari health.com, sariawan stomatitis aphthous kecil paling banyak dialami, sekitar 80 persen kasus.

Jenis ini ditandai dengan luka yang kecil dengan diameter kurang dari 1 cm. Jenis ini akan sembuh dalam aktu satu minggu tanpa meninggalkan bekas.

Jenis berikutnya, stomatitis aftosa mayor. Sariawan ini lebih parah, penderitanya sekitar 15 persen dari semua kasus.

Sariawan ini berdiameter lebih dari 1 cm dan memerlukan waktu dua minggu atau lebih untuk sembuh. Jenis ini dapat meninggalkan bekas luka.

Sariawan jenis stomatitis aftosa herpetiformis paling jarang terjadi dengan kasus kurang dari 5 persen.

Orang yang menderita sariawan tipe ini akan mengalami banyak luka kecil yang berkelompok. Sariawan jenis ini disebabkan virus herpes.

Luka dapat menyatu dan membentuk lingkaran yang lebih besar dan tidak teratur.
Sariawan ini biasanya akan sembuh dalam waktu satu minggu.

Sariawan dapat disebabkan dari faktor konsumsi makanan yang kurang sehat, seperti makanan pedas dan asam, kebiasaan merokok, kekurangan asupan nutrisi, sampai penggunaan obat–obatan tertentu.

Beberapa faktor pemicu lainnya, seperti menyikat gigi terlalu keras, luka tergigit ketika makan atau bicara, penggunaan kawat gigi, dan kondisi mulut yang tidak bersih.

Stres dan cemas juga dapat menjadi faktor pemicu sariawan.

Dilansir dari alodokter.com, sariawan dapat dihindari dengan pencegahan sebagai berikut:

1. Memenuhi kebutuhan nutrisi dan serat

Mengonsumsi buah dan sayur yang kaya serat, vitamin B12, seng, folat, dan zat besi dapat mencegah sariawan.

Mengonsumsi buah jeruk, tomat, sayuran hijau, dan air kelapa bisa jadi solusinya.

2. Menghindari makanan atau minuman yang panas

Mengonsumsi makanan atau minuman yang sangat panas dapat mengakibatkan lidah dan mulut melepuh, hal ini akan mengakibatkan timbulnya sariawan.

3. Menjaga kebersihan mulut

Kebersihan mulut harus selalu dijaga untuk menghindari sariawan dan penyakit mulut lainnya dengan cara menyikat gigi secara teratur dan menggunakan obat kumur antiseptik untuk mendapatkan kebersihan mulut yang optimal.

4. Pemilihan sikat gigi yang tepat

Sikat gigi juga menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya goresan atau luka pada mulut yang akan menyebabkan sariawan.

Pilihlah sikat gigi yang sesuai dengan kontur mulut dan juga dilengkapi bulu sikat yang lembut. Pastikan juga untuk menyikat gigi secara pelan.

5. Perbanyak konsumsi air putih

Dengan mengonsumsi banyak air putih dapat mempertahankan suhu tubuh normal, tetap terhidrasi, dan mencegah mulut menjadi kering.

Tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih dapat mencegah timbulnya sariawan.

Jika dirasa sariawan sudah sangat mengganggu, ada beberapa solusi pengobatannya untuk mempercepat penyembuhan atau meredakan rasa nyerinya.

Pertama, menggunakan obat topikal, seperti salep, gel, atau obat kumur antiseptik yang mengandung benzokain dan lidokain dapat menghilangkan rasa sakit pada area yang sedang sariawan.

Kedua, mengonsumsi pereda nyeri. Obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri pada area yang mengalami peradangan akibat sariawan.

Ketiga, gel lidah buaya. Mengoleskan gel lidah buaya dengan lembut pada luka sariawan akan membantu mempercepat proses penyembuhan dan menghilangkan rasa nyeri.

Jika sariawan selalu berulang atau sering dan kondisinya cukup parah, maka segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai. (*)

MEGAH: Salah satu gedung perkuliahan dibawah naungan Yayasan Annuqayah.
MEGAH: Salah satu gedung perkuliahan dibawah naungan Yayasan Annuqayah.
Editor : Amin Fauzie
#sariawan #luka pada mulut #tukak aphthous