TUBAN-Benarkah memberi kacang tanah pada anak sejak dini dapat mencegah alergi?
Pertanyaan ini mungkin kerap terlintas di benak orang tua yang memiliki anak dengan alergi kacang tanah.
Alergi kacang tanah merupakan salah satu alergi makanan yang paling umum pada anak-anak.
Gejalanya mulai ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa.
Untuk menghindari reaksi alergi, sebagian orang menyarankan orang tua untuk menunda pemberian kacang tanah kepada anak-anak mereka.
Sebuah penelitian yang dikutip dari ncbi.nlm.nih.gov mengungkapkan bahwa pemberian kacang tanah secara dini justru dapat membantu mencegah alergi.
Dalam riset dan studi terbaru tersebut menyebutkan pemberian kacang kepada anak usia 4-11 bulan yang berisiko tinggi alergi kacang terbukti mengurangi risiko alergi kacang hingga 80 persen!
Studi ini melibatkan 525 bayi yang memiliki alergi kacang. Bayi-bayi ini dibagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama diberi kacang tanah bubuk dalam sereal atau biskuit setiap hari mulai usia 4-11 bulan.
Kelompok kedua tidak diberi kacang hingga usia 5 tahun.
Hasilnya, hanya 1,9 persen dari kelompok yang diberi kacang yang mengembangkan alergi kacang pada usia 5 tahun.
Sedangkan 17,2 persen dari kelompok yang tidak diberi kacang alergi kacang.
Jika dokter anak menyarankan untuk memperkenalkan kacang tanah kepada anak, berikut beberapa tips yang dapat diikuti:
1. Mulai dengan jumlah kecil
Berikan setengah sendok teh kacang tanah bubuk yang dicampur dengan air atau yogurt.
2. Awasi dengan cermat
Tunggu selama 2-3 hari setelah pemberian untuk melihat reaksi alergi.
3. Berikan secara bertahap
Jika tidak ada reaksi alergi, tingkatkan jumlah kacang tanah secara bertahap.
4. Pilihlah kacang tanah yang sudah diolah
Hindari kacang tanah utuh atau potongan besar untuk menghindari risiko tersedak.
Meski penelitian menunjukkan manfaat pemberian kacang tanah pada anak berisiko tinggi alergi, konsultasi dengan dokter anak tetaplah penting.
Dokter akan membantu orang tua menentukan jenis dan waktu yang tepat untuk mulai memberikan kacang tanah kepada anak, serta memantau perkembangannya untuk memastikan tidak ada reaksi alergi. (*)